APGRA
(Aid Program For God’s Servant In Remote Area)

VISI:

Membawa para hamba Tuhan, orang Kristen yang berada di pedalaman dapat membangun jemaatnya hidup lebih sejahtera secara holistik.

MISI:

  1. Mencerdaskan para hamba Tuhan untuk bertumbuh di dalam spiritual, mental dan intelektual.
  2. Membangun kesejahteraan masyarakat lokal menjadi masyarakat yang mempunyai tujuan hidup yang baik.
  3. Para hamba Tuhan dapat menyekolahkan anak-anaknya sebagai generasi yang mempunyai masa depan yang lebih baik, sehingga kemiskinan akan ilmu, sosial dan budaya tidak menguasai mereka.
  4. Para hamba Tuhan dan orang Kristen sebagai orangtua/wali murid tidak bergantung pada orang lain dalam keterbatasannya, tetapi dapat mandiri dengan memberdayakan sarana lokal dalam membangun komunitas di pedesaaan.

KEHIDUPAN HAMBA TUHAN DI PEDALAMAN

Ada ribuan hamba Tuhan yang sedang merintis dan melayani jemaat di pedesaan dan pedalaman di seluruh pelosok Indonesia. Pelayanan di daerah pedesaan dan pedalaman banyak ditemukan keterbatasan, mulai dari keterbatasan jangkauan secara geografis yang minim sarana transportasinya, minimnya sarana pendidikan sekolah, kondisi masyarakat yang statis, dalam keterbelakangan hingga pada kondisi kehidupan para hamba Tuhan yang melayani.  Dengan segala keterbatasan dukungan  dan sarana yang ada, mereka mempunyai kerinduan untuk bertahan dan melayani jemaat demi tercapainya sebuah impian adanya komunitas yang bersekutu bagi Tuhan.

Berdasarkan hal di atas, maka kami dari Departemen Radio Yayasan YASKI tergerak untuk turut membantu para hamba Tuhan di pedalaman dengan cara meningkatkan kesejahteraan hidup, sehingga mereka menjadi lebih sejahtera secara holistik.

TIGA KONSEP

Ada tiga konsep pelayanan yang selalu kami tanamkan kepada setiap hamba Tuhan di pedalaman sehingga dapat membuka wawasan dan merubah pola pikir mereka untuk hidup menjadi lebih baik.

Ketiga konsep itu adalah:

  1. Konsep Rasul Paulus; memiliki usaha tenda untuk menunjang pelayanannya sehingga tidak bergantung kepada orang lain. Konsep ini terdapat dalam Kisah Para Rasul 18 : 3 dan Kisah Para Rasul 20 : 33 – 35.
  2. Konsep Semut; binatang yang rajin dan kompak, selalu bekerjasama dan menyediakan makanan di musim panas, menurut Amsal 30 : 25.
  3. Konsep Jemaat Mula-mula; yang kuat membantu yang lemah. Konsep ini mengajarkan bila hamba Tuhan tersebut sudah mapan, harus bisa membantu jemaatnya dan hamba Tuhan lain. Kisah Para Rasul 2 : 41 – 47 dan Kisah Para Rasul 4 : 32 – 37.

Berdasarkan ketiga konsep inilah maka wawasan para hamba Tuhan menjadi lebih terbuka dan mengerti bagaimana dapat mengembangkan diri mereka, tidak melulu dari segi rohani, tetapi juga secara menyeluruh/holistik.