Dalam rangka pre event kegiatan “HUT YASKI 50 tahun” dan “Heartline 21 tahun,” pada hari Sabtu 24 Agustus 2019 di Heartline Center Lt. 2 dilaksanakan Seminar Milenial Kreatif Anti Narkoba. Ada 423 millenial berbondong-bondong mendatangi Gedung Heartline Center di daerah Lippo Karawaci, Tangerang, yang merupakan base camp dari Radio Heartline 100.6 FM.

Rev. Jusak Widjaja (CEO Yayasan YASKI)

Rev. Jusak Widjaja (CEO Yayasan YASKI)

Seminar “Millenial Sehat Tanpa Narkoba Menuju Indonesia Emas” mengundang narasumber Irjen. Pol. Drs. Arman Depari (Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional RI), Jeffry Tambayong, S.H. (Ketua Umum BAKORNAS GMdM, Badan Koordinasi Nasional Garda Mencegah dan Mengobati), Brigjen Pol. Tantan Sulistyana, S.H., S.IK (Kepala BNN Banten), dr. Ekawaty Yasinta Larope, SpA(K) (Dokter Spesialis Anak Siloam Hospital Lippo Village).

Jose Yusuf Marwoto (Station Manager Heartline Tangerang)

Jose Yusuf Marwoto (Station Manager Heartline Tangerang)

Acara dimulai dengan ucapan selamat datang dari host, Jose Yusuf Marwoto (Station Manager Heartline Tangerang), kepada para narasumber, peserta seminar dan para undangan yang hadir. Setelah doa pembukaan, lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan dengan khidmat. Kemudian Ketua GMDM Banten, Jemmy Untayana, mengawali dengan sambutannya. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Rev. Jusak Widjaja (CEO Yayasan YASKI), tuan rumah dan penyelenggara kegiatan seminar ini.

Tarian Papua dari Generasi Milenial Sekolah Menara Tirza Gading Serpong

Tarian Papua dari Generasi Milenial Sekolah Menara Tirza Gading Serpong

Tarian Papua dari Generasi Milenial Sekolah Menara Tirza Gading Serpong, pembacaan puisi, penampilan C’BOYS dengan lagu bergenre K-Pop memeriahkan acara dan menghangatkan suasana. Juga penampilan tari Jaipong dari SDN Total Persada.

C’BOYS

Pemaparan pertama disampaikan oleh Irjen. Pol. Drs. Arman Depari. Dalam pemaparannya, Arman Depari mengatakan bahwa kondisi kejahatan narkoba di Indonesia sudah sangat akut dan menggurita ke berbagai sendi kehidupan bangsa. Belum lama ini Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melakukan survey terhadap kelompok pelajar dan mahasiswa, hasilnya kelompok anak muda yang menggunakan narkoba sudah mencapai 2.297.492 orang. Arman Depari menggarisbawahi bahwa saat ini 70% penghuni penjara adalah penjahat karena penyalahgunaan narkoba.

Brigjen Pol Tantan Sulistyana, S.H., S.IK, memberikan data begitu banyaknya jalur-jalur tikus yang selama ini sering dipakai oleh bandar narkoba untuk memasukkan barang haram tersebut ke Provinsi Banten. Dari semua kota administratif, Tangerang Raya (Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan) menduduki peringkat atas dalam kasus peredaran dan penyalahgunaan Narkoba dibandingkan dengan kota dan kabupaten lain di Provinsi Banten. Hal ini terjadi karena Tangerang sangat dekat dengan Ibu Kota Jakarta.

Sementara dr. Ekawaty menekankan tentang budaya merokok yang bisa menjadi entri point atau pintu masuk untuk menggunakan narkoba. Jadi sebaiknya sedari awal milenial tidak usah merokok.

Pemaparan terakhir disampaikan oleh Jeffry Tambayong, S.H, yang memberikan wawasan dan informasi akan bahaya, dan cara pencegahan narkoba. Ujung dari pengguna narkoba ada 3, yakni penjara, rumah sakit atau kematian. Jadi menggunakan narkoba adalah kesia-siakan belaka.

Dalam sesi tanya jawab, narasumber dihujani banyak pertanyaan dari peserta. Dan pukul 12.30 acara berakhir setelah narasumber menerima plakat dan ucapan terimakasih. Acara yang disiarkan live di Radio Heartline ini menjadi momentum bagi millenial di Tangerang untuk bersama-sama menolak narkoba dalam hidup mereka dan komunitas mereka. (JM/YA)