Ibadah Syukur menyambut HUT YASKI ke-50 dan Jumpa Pendengar Program Radio “SUARA KEBENARAN” Sabtu (28/9) dibuka dengan paduan suara staf YASKI menyanyikan Mars YASKI, kidung pujian kepada Tuhan oleh tim musik GSKI, dan kesaksian pujian dari Fanny Erastus. Dihadiri oleh kurang lebih 500 orang di Rehobot Hall, GSKI Mal Artha Gading, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Pdt. Dr. Erastus Sabdono mengajarkan kepada semua yang hadir, bagaimana hidup dari iman menuju iman. Bagaimana kita sebagai orang yang percaya dan beriman kepada Tuhan Yesus Kristus, hidup dan mengalami iman ini dalam keseharian, bukan sekadar berkata-kata bahwa kita beriman kepada TuhanYesus.

Paduan suara Staff Yaski

Semakin saya belajar, menggali Firman Tuhan, semakin saya menyadari, saya bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa…,” demikian salah satu bagian khotbah Pdt. Dr. Erastus Sabdono, Gembala Sidang Gereja Suara Kebenaran Injil (GSKI).

Dalam bahasa Ibrani, kata iman adalah emunah. Kata kerjanya: aman. Kata “iman” terjemahan dari bahasa Yunani “pistis” yang artinya “kepercayaan atau penyerahan kepada seseorang.” Kata kerja dari pistis adalah “pisteuo” yang mempunyai pengertian “percaya kepada, atau mempercayakan diri kepada”. Kata “aman” maupun “pisteuo” mengandung pengertian menyerah kepada sesuatu atau seseorang yang bersifat tetap atau teguh. Seperti Abram yang kemudian disebut Abraham, dikenal sebagai Bapa orang percaya sebab ia menanggapi positif panggilan Elohim dan Firman-Nya (Kej 12:1-3). Percayanya terhadap Elohim yang tidak kelihatan itu diwujudkan secara kongkrit dengan meninggalkan Urkasdim, pergi ke negeri yang Elohim akan tunjukkan. Pada waktu itu Abram sendiri tidak tahu kemana perginya, namum ia tetap beriman. Selanjutnya dalam perjalanan hidupnya Abram selalu taat kepada kehendak Elohim sampai kepada perintah yang paling tidak masuk akal, yaitu mempersembahkan Ishak sebagai korban bakaran.

Pdt. Erastus Sabdono

Demikian juga kita sebagai orang yang beriman kepada Tuhan Yesus, menurut Pdt. Erastus, iman yang sejati adalah iman yang bertumpu pada keyakinan; bahwa semua yang Tuhan kerjakan adalah yang terbaik.

Terkait dengan keberadaan YASKI, yang 12 November ini genap berusia 50 tahun, Pdt. Erastus mengaku cukup tercengang melihat banyak hal yang sudah, sedang dan akan dilakukan Tuhan Yesus melalui YASKI. Untuk itu, Pdt. Erastus mengajak jemaat yang hadir bersama-sama mendukung pelayanan YASKI, sebagai wujud perbuatan nyata dari iman kepada Tuhan Yesus Kristus.

Jangan ragu memberikan berkat materimu dalam pelayanan YASKI, karena itu semua adalah juga pekerjaan Tuhan. Jangan takut gereja kita (GSKI) kekurangan bila persembahan mengalir ke YASKI. Mengapa? Karena (gereja) ini juga pekerjaan Tuhan dan pasti Dia pelihara,” papar Pdt. Erastus Sabdono.

“Sebab di dalamnya nyata kebenaran Elohim, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.” (Roma 1:17)

Pada malam penuh berkat itu, Pdt. Jusak Widjaja selaku CEO Yayasan YASKI, juga berkesempatan memaparkan visi dan misi YASKI di Indonesia, sebagai media yang setia dan konsisten menjalankan tugas panggilannya dalam menggenapi rencana-Nya bagi Indonesia di dalam Kebenaran yang menguatkan dan menghiburkan. Tak ketinggalan, Pdt. Jusak juga menjelaskan filosofi pelayanan YASKI selama 2 tahun terakhir ini, yaitu Fear of GOD through Action with Integrity, Trust, and Hardwork (FAITH).

Segala kemuliaan bagi dan hanya untuk TUHAN…! (YE/SA)