Kesaksian Hamba Tuhan dari Kalimantan Barat

 

Shalom,

Puji Nama Tuhan, Saya Ev. Fivinus K. bersama teman saya Ev. Renanto, kami sudah melayani dan menginjili selama 18 tahun di Sungkung atas. Pelayanan kami disana sangatlah sulit bahkan tidak jarang kami mendapat ancaman pembunuhan. Banyak orang yang mencari karena kami dianggap sebagai pengacau masyarakat saat memberitakan injil. Masyarakat asli yang mayoritas adalah penyembah berhala tidak suka dengan pelayanan kami, mereka terus mencari kami dengan membawa senjata api untuk menembak kami. Kami berdua sangat ketakutan dan terus berlari untuk mencari perlindungan.

Sampai akhirnya ada keluarga yang sangat baik kepada kami, mereka lalu menyembunyikan kami dibelakang gubuk tempat ibadah, tetapi orang-orang kampung akhirnya bisa menemukan kami. Dengan duka yang mendalam, saya harus merelakan teman saya Ev. Renanto yang meninggal karena terkena tembakan dari senjata mereka. Saya sangat takut dan gemetar tetapi saya tahu, waktu Tuhan adalah yang terbaik, Ev. Renanto sudah menyelesaikan tugasnya di dunia dan kini sudah berada disamping Bapa di Surga.

Puji Tuhan karena pertolongan Tuhan, saya masih selamat dari sergapan itu. Selanjutnya atas izin Tuhan dan dukungan masyarakat yang rindu dengan kebenaran firman Tuhan, saya bisa membangun gereja yang digembalakan oleh Pdt. Sam di Pool Sungkung atas. Lalu saya melanjutkan penginjilan ke tempat yang baru lagi untuk menjangkau jiwa-jiwa yang belum mendengar kabar baik. Walaupun tetap ada banyak ancaman yang saya terima saat menginjil, tidak hanya di Sunda, Jawa, Sulawesi, tetapi juga di Kalimantan, tetapi Tuhan selalu menyertai.

Saat ini saya melayani di Sui Pinyuh, Kalimantan Barat, agar saya dapat menghidupi pelayanan disini, saya rindu dan memohon kepada Yayasan YASKI untuk mengirimkan bibit kacang, terong, jagung untuk saya budi dayakan. Semoga melalui bibit-bibit tersebut saya dapat bertani disini dah hasilnya dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Saya akan terus melayani Tuhan menabur bibit-bibit firman Tuhan sampai akhir hayat dan kembali kepada-Nya.

 

Terima kasih, Tuhan Memberkati