Pertemuan Online Bersama Pendengar

Sapa Pendengar Sharing & Prayer tersebut sudah dimulai sejak 15 Januari 2021 dan Zoompa Pendengar sejak 8 Maret 2021. Kedua kegiatan ini diadakan dengan tujuan agar semakin dekat dengan audiens, menjalin hubungan dan juga untuk saling menguatkan. Pesertanya tidak hanya datang dari wilayah Tangerang, tetapi dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan ada seorang Ibu warga Indonesia yang sudah menetap lama di Malaysia.

Sapa Pendengar Sharing & Prayer mengkhususkan untuk saling menyapa sesama pendengar,  berbagi (sharing), dan saling mendoakan. Mereka diajak untuk bisa saling mendoakan, saling memberi kekuatan agar beban masalah yang sedang dihadapi menjadi lebih ringan. Puji Tuhan, para peserta sangat senang mengikutinya. Acara ini dimulai pada Pkl.22.00 hingga 23.00 wib karena di saat yang sama, pkl.23.00-24.00 program Sharing & Prayer mengudara melalui Heartline FM Karawaci, jadi sebelum di antara pendengar itu on air, kami lakukan tatap muka secara online.

Sedangkan materi program  Zoompa Pendengar, kami jalankan dari Alpha Course dengan topik-topik yang sudah ditentukan dan akan berjalan selama 15 pertemuan. “Saya sangat senang sekali, pertemuan ini sangat bagus dan saya akan mengikutinya rutin setiap Senin” ujar seorang Ibu dari Makassar. Para peserta bisa menceritakan perjalanan imannya sementara Yayasan Yaski & Radio Heartline  sebagai fasilitatornya mengarahkan dan membimbing mereka yang belum mengenal Yesus, menuntun mereka sehingga di pertemuan terakhir nanti mereka dapat memutuskannya sendiri dalam mengikut Yesus dengan kesungguhan hati.

Kiranya Tuhan terus pakai Yayasan YASKI dan Heartline FM dalam penjangkauan jiwa melalui pertemuan online seperti ini. (NCR)

Radio Tanggap Darurat di Mamuju

Puji dan syukur kepada Tuhan, First Response Indonesia (FRI) kembali terlibat dalam misi kemanusiaan yaitu membantu korban bencana gempa bumi di Mamuju. Tim FRI yang terdiri dari 3 orang, yaitu Sdr. Rommen Limbong dari Yayasan YASKI, Pdt. Minarni Grace dari FRI Manado, dan Bp. Vicky Pasulatan dari FRI Tomohon, tiba di Mamuju pada hari Kamis, 11 Februari 2021. Kedatangan tim ini disambut oleh Pdt. Simon selaku Ketua Sinode Gereja Kristen Sulawesi Barat (GKSB), Pdt. Kalvin Barangan selaku Sekretaris Umum GKSB, dan Pdt. Febel selaku Bendahara Umum GKSB di kantor Sinode GKSB.

Setelah merakit alat dan memasang antena pemancar, pada hari Jumat pagi, 12 Februari 2021, radio langsung mengudara mulai dari pukul 06.00 WITA hingga 24.00 WITA setiap harinya, di frekuensi 107.7 KHz.

Tim FRI juga terjun ke lokasi pengungsian untuk membagi-bagikan radio receiver kepada warga secara gratis. Warga pengungsi yang menerima radio tersebut merasa sangat senang dan terlihat antusias untuk mendengarkan pancaran FRI. Banyak dari mereka merasa takjub dan menganggap unik dengan sebutan “radio engkol” ini karena tanpa baterai atau arus listrik. Beberapa dari antara mereka juga mengatakan: “Lebih baik mendengar radio ini daripada melihat HP karena di HP banyak berita hoaks.

Di hari kedua radio mengudara di kota Mamuju, mulai terlihat antusiame warga yang mendengarkan siaran melalui program hiburan (request lagu) via telepon interaktif. Banyak respon dari mereka atas kehadiran Radio Tanggap Bencana ini merasa sangat senang, merasa sangat terhibur, apalagi di tengah situasi pasca bencana.  Setelah mengudara selama dua minggu, Rommen mengunjungi pendengar yang berada di lokasi pengungsian. Empat orang pengungsi yang diwawancarai mengatakan mereka selalu mendengarkan pancaran radio kami. Selain merasa terhibur dengan program dari FRI, juga sangat menolong mereka karena mendengar informasi yang sangat diperlukan. Seperti informasi terkait pendataan ulang untuk mendapatkan bantuan perbaikan rumah yang rusak dari pemerintah, informasi mengenai nomor kontak Palang Merah Indonesia (PMI) yang sedianya membantu warga apabila membutuhkan sesuatu. Dan info-info lainnya yang tidak mereka dapatkan dari radio atau media lainnya di sana.

Banyak pendengar lainnya yang mendapatkan edukasi tentang kesiap-siagaan menghadapi bencana alam dan edukasi tentang kesehatan di lakosi pengungsian. Hal ini dibuktikan melalui program kuis berhadiah yang diadakan setiap malam Minggu, dan salah satu pertanyaannya adalah seputar tips-tips yang disiarkan. Biasanya dari sekitar belasan penelepon yang masuk, semuanya menjawab dengan benar.

Menjelang sebulan, tim FRI bersiap untuk mengakhiri pelayanan di Mamuju. Banyak pendengar dan juga para pengurus sinode GKSB memohon supaya jangan terlalu cepat mengudara. Ada yang mengatakan; “Kenapa langsung secepat itu meninggalkan kami?” Sehari sebelum radio benar-benar terakhir mengudara, dan menyampaikan ucapan-ucapan perpisahan di radio kepada para pendengar, banyak dari mereka yang merasa sedih. Akhirnya, tim mengakhiri siaran di Mamuju pada tanggal 10 Maret 2021.

Terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerjasama dari berbagai pihak yang telah mendukung program dari FRI tersebut. Mohon doakan, warga Mamuju saat ini sangat merindukan adanya stasiun radio di kota mereka. (RL/NCR).

Puji dan syukur kepada Tuhan, First Response Indonesia (FRI) kembali terlibat dalam misi kemanusiaan yaitu membantu korban bencana gempa bumi di Mamuju. Tim FRI yang terdiri dari 3 orang, yaitu Sdr. Rommen Limbong dari Yayasan YASKI, Pdt. Minarni Grace dari FRI Manado, dan Bp. Vicky Pasulatan dari FRI Tomohon, tiba di Mamuju pada hari Kamis, 11 Februari 2021. Kedatangan tim ini disambut oleh Pdt. Simon selaku Ketua Sinode Gereja Kristen Sulawesi Barat (GKSB), Pdt. Kalvin Barangan selaku Sekretaris Umum GKSB, dan Pdt. Febel selaku Bendahara Umum GKSB di kantor Sinode GKSB.

Setelah merakit alat dan memasang antena pemancar, pada hari Jumat pagi, 12 Februari 2021, radio langsung mengudara mulai dari pukul 06.00 WITA hingga 24.00 WITA setiap harinya, di frekuensi 107.7 KHz.

Tim FRI juga terjun ke lokasi pengungsian untuk membagi-bagikan radio receiver kepada warga secara gratis. Warga pengungsi yang menerima radio tersebut merasa sangat senang dan terlihat antusias untuk mendengarkan pancaran FRI. Banyak dari mereka merasa takjub dan menganggap unik dengan sebutan “radio engkol” ini karena tanpa baterai atau arus listrik. Beberapa dari antara mereka juga mengatakan: “Lebih baik mendengar radio ini daripada melihat HP karena di HP banyak berita hoaks.

Di hari kedua radio mengudara di kota Mamuju, mulai terlihat antusiame warga yang mendengarkan siaran melalui program hiburan (request lagu) via telepon interaktif. Banyak respon dari mereka atas kehadiran Radio Tanggap Bencana ini merasa sangat senang, merasa sangat terhibur, apalagi di tengah situasi pasca bencana.  Setelah mengudara selama dua minggu, Rommen mengunjungi pendengar yang berada di lokasi pengungsian. Empat orang pengungsi yang diwawancarai mengatakan mereka selalu mendengarkan pancaran radio kami. Selain merasa terhibur dengan program dari FRI, juga sangat menolong mereka karena mendengar informasi yang sangat diperlukan. Seperti informasi terkait pendataan ulang untuk mendapatkan bantuan perbaikan rumah yang rusak dari pemerintah, informasi mengenai nomor kontak Palang Merah Indonesia (PMI) yang sedianya membantu warga apabila membutuhkan sesuatu. Dan info-info lainnya yang tidak mereka dapatkan dari radio atau media lainnya di sana.

Banyak pendengar lainnya yang mendapatkan edukasi tentang kesiap-siagaan menghadapi bencana alam dan edukasi tentang kesehatan di lakosi pengungsian. Hal ini dibuktikan melalui program kuis berhadiah yang diadakan setiap malam Minggu, dan salah satu pertanyaannya adalah seputar tips-tips yang disiarkan. Biasanya dari sekitar belasan penelepon yang masuk, semuanya menjawab dengan benar.

Menjelang sebulan, tim FRI bersiap untuk mengakhiri pelayanan di Mamuju. Banyak pendengar dan juga para pengurus sinode GKSB memohon supaya jangan terlalu cepat mengudara. Ada yang mengatakan; “Kenapa langsung secepat itu meninggalkan kami?” Sehari sebelum radio benar-benar terakhir mengudara, dan menyampaikan ucapan-ucapan perpisahan di radio kepada para pendengar, banyak dari mereka yang merasa sedih. Akhirnya, tim mengakhiri siaran di Mamuju pada tanggal 10 Maret 2021.

Terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerjasama dari berbagai pihak yang telah mendukung program dari FRI tersebut. Mohon doakan, warga Mamuju saat ini sangat merindukan adanya stasiun radio di kota mereka. (RL/NCR).

YASKI Peduli Mamuju

Gempa dahsyat melanda wilayah Mamuju, Majene, dan kawasan lain sekitar Sulawesi Barat, pada Jumat (15/1). Banyak bangunan runtuh, ribuan orang terluka, dan banyak yang meninggal dunia. Dari Kabupaten Mamuju dan Majene ada 105 korban jiwa.

Yayasan YASKI melalui kegiatan First Response Indonesia (FRI) turut ambil bagian menolong korban bencana, dengan membangun perangkat komunikasi radio. Tujuannya memudahkan masyarakat mengakses informasi yang sangat diperlukan para korban terdampak bencana, serta menjadi media penghiburan bagi yang berduka.

Yayasan YASKI menerjunkan 3 orang ke lokasi bencana, untuk mendirikan station radio darurat tanggap bencana. Bekerja sama dengan Gereja Kristen Sulawesi Barat (GKSB), gereja setempat yang menyediakan lokasi studio sementara. Tim juga membagikan radio transistor kepada ratusan korban bencana yang berada di tenda-tenda pengungsian, dan juga masker.

Pelayanan siaran radio darurat di Mamuju mendapatkan respon yang sangat tinggi dari pendengar. Bagi mereka kehadiran radio darurat yang diinisiasi oleh Yayasan YASKI di tempat bencana adalah langkah terobosan bagi hidup mereka. Siaran ini memberi dampak positif. Masyarakat mendapatkan berbagai pengetahuan tentang kebencanaan, informasi aktual dari otoritas lokal, juga memberi kekuatan rohani sehingga tetap berpengharapan dan beriman kepada Tuhan di tengah situasi yang menekan.

Tim misi akan bertahan selama 1 bulan lebih di lokasi, sampai masyarakat yang ada di tenda-tenda pengungsian kembali ke tempat tinggal mereka, setelah rumah mereka selesai diperbaiki dan layak huni. (DV)

Berbagi Sembako

baik untuk pendengar di Tangerang maupun kepada pendengar di stasiun-stasiun radio anggota M.O.R.E (Mission Outreach Radio Expantion) yang tersebar di daerah.

Secara serentak penyaluran paket sukacita Natal ini diadakan pada tanggal 14 Desember 2020 dan telah diterima dengan sukacita oleh para pendengar. Isi paket natal selain kebutuhan sehari-hari, juga ada sebuah buku cerita Alkitab bergambar mulai awal penciptan sampai kiamat. Jadi diharapkan mereka yang menerima paket tersebut selain mendapat berkat jasmani, juga dilengkapi dengan kebutuhan rohani melalui cerita Alkitab yang mereka baca.

Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya bagi Sansa Ministry yang memberikan dukungannya sehingga pembagian paket sukacita Natal ini dapat tersalurkan dengan baik.

Kiranya apa yang menjadi pelayanan kita bersama ini dapat menjadi berkat bagi banyak orang dan diberkati oleh Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati.

Berbagi Radio

Yayasan YASKI dan Heartline FM hadir dan peduli akan apa yang tengah terjadi, terkhusus bagi anak sekolah di tingkat dasar.

Ada dua program yang menjadi program unggulan anak-anak di radio Heartline Network, yaitu Rumah Impian Anak dan Sekolah di Udara. Maka kedua program ini kami masukkan ke dalam Audio Box melalui SD-Card, masing-masing sebanyak 30 seri. Pada tanggal 10 Desember dibagikan sebanyak 90 Audio Box bagi anak dan guru-guru di Sekolah Rahmani di Taman Cibodas Tangerang. Karena harus mematuhi protokol kesehatan maka kami hanya meminta 6 anak untuk hadir ke sekolah dan beberapa guru untuk menerima secara simbolis ke-90 Audio Box tersebut. Kami juga mendatangi ke empat rumah siswa yang rumahnya tidak jauh dari sekolah untuk kami berikan alat pembelajaran ini.

Sedangkan pada tanggal 15 Desember kami memberikan bantuan bahan pembelajaran bagi anak-anak di Dumpit – Tangerang, berupa alat tulis, buku-buku sekolah, masker, sembako, dan 1 unit komputer agar memudahkan mereka dalam proses belajar. Kami juga memotivasi anak-anak melalui cerita anak, baik secara langsung maupun melalui siaran radio Sekolah di Udara. Pada tanggal 16 Desember 2020 kami juga membagikan 70 Audio Box di Sekolah Kristen Kesuma Bangsa di Perumnas Karawaci. Sekolah ini cukup unik karena menempati sebuah rumah yang disewa dan disulap menjadi ruang-ruang kelas. Anak-anak dan guru di sini begitu bersukacita menerima Audio Box ini, begitu juga dengan anak-anak yang kami datangi ke rumah mereka.

Harapan kami dengan dibagikannya Audio Box sebagai media pembelajaran bagi para anak didik ini, mereka dapat termotivasi untuk belajar lebih bersemangat di tengah kesulitan belajar daring dari rumah. Namun juga diharapkan dapat terciptanya ide dan kreatifitas baru bagi para guru dalam proses belajar-mengajarnya ke depan.

Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya bagi FEBC Australia yang memberikan dukungan dan memfasilitasi pengadaan Audio Box ini sehingga dapat terlaksana dengan baik.

Tuhan Yesus memberkati.

Klik di gambar untuk melihat video

Dalam situasi ini, memang diizinkan Tuhan agar setiap kita kembali mendekatkan diri kepada-Nya.Keinginan untuk kembali beribadah di gereja dan merasakan hadirat Tuhan menjadi suatu kerinduan, khusunya bagi umat Kristiani di Kota Samarinda. Kali ini Radio Heartline FM Samarinda bekerjasama dengan gereja lokal yang ada,menghadirkan cara baru dengan melakukan ibadah Drive-In pertama di kota Samarinda.

Klik di gambar untuk melihat video

Acara ini diadakan pada 19 Agustus 2020 langsung melalui channel Youtube Heartline Network. Acara ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian YASKI kepadapara hamba-hamba Tuhan di pedalaman, anak-anak yang tidak bisa bersekolah,korban perundungan dan bagi mereka yang tidak mampu. Berkat yang disumbangkanakan akan diberikan kepada mereka yang membutuhkan, seperti mendukung pekerjaan dan pelayanan para hamba Tuhan dipedalaman, membantu anak-anak mendapatkan kehidupan yang lebih baik, produksi program-program penginjilan melalui radio sehingga nama Tuhan semakin luas tersebar dan dipermuliakan.

Selain pujian dan penyembahan, Ps. Jonathan Prawira juga menyampaikan pesan Tuhan dan latar belakang mengapa Ia bisa dipakai Tuhan untuk membuat lagu rohani. Ternyata tidak banyak yang mengetahui bahwa beliau sebenarnya tidak memiliki impian dan bahkan tidak mengerti musik, tetapi Ia bisa dipakai Tuhan luar biasa lewat pembuatan lebih dari 500 lagu-lagu rohani yang sangat memberkati. Beliau adalah bukti bahwa Tuhan bisa memakai umat-Nya dimana saja asalkan kita sebagai manusia bersedia membuka hati kepada Dia. Senantiasalah berdoa dan bekerja, dan jangan pernah menyerah bila doa mu belum dijawab. Sebagai Bapak Agung, Ia memiliki kuasa kekal baik di bumi maupun di sorga. Mungkin saja Tuhan mempersiapkan jawaban yang lebih baik untukmu, namun belum sekarang. Tuhan tahu waktu yang terbaik untukmu!

Zoompa Pendengar Heartline – Alpha Online

Salah satu misi Yayasan Yaski melalui content program yang di produksi dan disiarkan melalui radio adalah terciptanya kelompok pendengar yang bertujuan membangun hubungan sesama pendengar radio untuk berjalan bersama-sama kepada perubahan hidup yang lebih baik secara pribadi maupun didalam sosial masyarakat.

Pandemi COVID-19 sama seperti krisis lain yang sering kali menjadi tantangan terhadap metode yang ada, namun dapat membawa jiwa baru untuk dilayani dalam Misi Yaski. Demi menjalankan misinya, Yaski berusaha menyesuaikan metode yang berjalan selama ini bahkan perlu memikirkan metode baru untuk membentuk dan merawat komunitas pendengar tersebut.

Sebagai respon akan ajakan pemerintah Indonesia dalam mencegah penyebaan virus corona , maka sejak 20 Juni 2020 setiap hari sabtu jam 14.00 – 15.30 WIB diadakan pertemuan Kelompok Pendengar secara virtual dengan menggunakan platform video conference “Zoom Meeting”.

Tuhan sedang membuat sesuatu yang baru. Untuk tetap bisa melihat apa yang terjadi di depan, kita hanya perlu memperhatikan apa yang sedang terjadi sekarang. Tools dalam bentuk Analog dan Digital kehadirannya sama-sama diperlukan untuk menjangkau ,memberkati dan memperlengkapi pendengar, dengan demikian Yaski tetap menjadi authentic, real dan relevant. Dengan perkembangan infrastruktur dan tools yang berkembang saat ini Team IT dan Departemen Misi Yaski- Heartline berusaha mengikuti dan memahami teknologi ZOOM Meeting dan tata cara kerjanya juga mempelajari penggunaan materi/modul Alpha Online untuk digunakan didalam Virtual Gathering setiap minggunya.

Didalam Virtual Gathering yang diberi nama “Zoompa Pendengar Heartline – Alpha Online” terdapat serangkaian sesi interaktif yang memberikan kesempatan untuk berbagi pikiran dan ide mengenai topik yang dibahas dalam kelompok kecil yang jujur, ramah dan terbuka yang membantu para pendengar/peserta untuk mengeksplorasi dan mendalami pertanyaan unik mengenai kehidupan, iman dan Tuhan.

Jumpa pendengar Virtual ini setiap sesi mingguannya diadakan dalam 2 format yaitu kelompok besar gabung bersama, lalu pisah kedalam kelompok kecil pada saat diskusi dan sharing agar setiap peserta dapat terlibat aktif dalam kelompok kecil . Saat ini sampai dengan minggu ke tiga peserta yang ada berasal dari kota Padang, Lampung, Jakarta, Bekasi, Tangerang, Bali, Mataram, Samarinda dan Makasar.

Disadari dalam setiap kemajuan infrastruktur dan teknologi sering menemui kendala, Yaski-Heartline terus berupaya untuk melakukan peningkatan dan kepedulian, diantaranya kualitas sambungan internet yang dapat diandalkan dan membantu pendengar yang mempunyai kerinduan untuk bergabung namun memiliki keterbatasan budget sambungan data internet.

Untuk dapat mengikuti “Zoompa Pendengar” ini, peserta bergabung dalam WhatsApp grup yang di tentukan, karena Link Zoom meeting acara ini akan di Share melalui WhatsApp grup tersebut. Jika anda ingin bergabung cukup mengirimkan pesan melalui WhatsApp ke 081288991006. Mari terus doakan dan dukung kegiatan palayanan ini. (JE)

Peduli Masyarakat Terdampak Pandemi Covid19

Setelah beberapa minggu lalu Heartline Peduli melalukan aksi sosial dengan membagikan nasi bungkus kepada warga di sekitar gedung Heartline Center, maka pada Jumat, 15 Mei 2020, Heartline Peduli bersama Generasi Anak Panah (GAP) – suatu komunitas anak muda yang punya kepedulian sosial – mengadakan pembagian bantuan sembako kepada 10 pendengar radio Heartline dan masyarakat umum yang sangat memerlukan pertolongan akibat terdampak pandemi Covid19. Dua tim ini turun memberi bantuan ke rumah-rumah yang sudah dinilai layak menerima bantuan.

​Tim dari Heartline Peduli pergi menuju Rajeg, Tangerang – mengunjungi Lina yang tinggal bersama ibunya, Veronica. Rumah Lina terletak di perkampungan Rajeg. Sejak pandemi Covid19, Lina susah mencari nafkah dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Ayah Lina yang bekerja sebagai supir ojol, pendapatannya turun drastis karena jarang mendapat order. Mereka adalah pendengar setia Heartline sejak tahun 2015, dan sangat diberkati dengan siaran program rohani Heartline yang membuat iman mereka kuat dalam menghadapi kesulitan hidup.

​Perjalanan tim Heartline kemudian menuju rumah Marihot Lubis, pendengar setia Heartline yang juga berlokasi di daerah Rajeg. Kedatangan tim yang membawa bantuan disambut dengan sukacita. Dari Rajeg, perjalanan berikutnya menuju Sangiang, Tangerang. Tim menuju ke satu rumah yang sangat sederhana, hampir tidak layak untuk ditempati, rumah keluarga Lestari. Walau dari keyakinan lain, uniknya mereka suka mendengarkan program rohani Heartline.

Lestari di-PHK dari tempat kerjanya 2 bulan lalu. Padahal dia adalah tulang punggung keluarga, menanggung biaya hidup ibu dan kakaknya. Untuk mendapatkan uang, Lestari mengambil dagangan keripik singkong dan berjualan keliling. Mereka tidak menyangka mendapat bantuan sembako. Lestari sangat berterimakasih kepada Heartline Peduli dan kepada para pendengar yang sudah memberikan bantuan.

​Sementara itu tim GAP menuju kediaman Duta, salah seorang pendengar yang terkena dampak pandemi Covid19. Rumahnya di Perumnas Tangerang. Duta juga terkena PHK, namun semangat hidupnya tak pernah surut.

​Demikian perjalanan singkat tim Heartline Peduli dan GAP menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak pandemi Cofid19. Bantuan sembako ini nilainya mungkin tidak seberapa, namun kami yakin sangat membantu mereka di tengah situasi yang sulit ini. Terima kasih kepada para donatur yang sudah memberikan bantuannya untuk menolong sesama. Heartline Peduli berkomitmen menyalurkan bantuan itu kepada masyarakat yang benar-benar memerlukan, tidak hanya para pendengar Heartline tetapi juga sesama yang sangat membutuhkan. Terima kasih, Tuhan Yesus memberkati. (VO/SA)

Gerakan Heartline Peduli

Seperti kita tahu saat ini bangsa Indonesia sedang mengalami ujian berat lewat mewabahnya virus covid-19 yang mengakibatkan ratusan orang meninggal dunia dan ribuan lainnya positif terpapar virus tersebut. Bukan hanya dampak secara medis dan kesehatan, kejadian ini pun menghempaskan perekonomian bangsa kita sehingga banyak masyarakat yang mengalami PHK karna perusahaan dimana mereka mencari nafkah harus tutup karena tidak dapat berproduksi lagi. Belum lagi UKM- UKM yang juga merasakan dampaknya karena daya beli masyarakat yang terus merosot tajam.

Saat ini adalah waktu yang tepat untuk membuktikan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang kuat. Pemerintah telah berusaha memberikan solusi dan bantuan untuk melewati krisis ini. Tetapi kita sebagai warga negara juga bisa turut andil membantu mereka-mereka yang membutuhkan. Mungkin kita tidak bisa memberi banyak, tetapi dengan bersama-sama maka hasilnya akan terlihat luar biasa.

Pada tanggal 14 April 2020 yang lalu tim dari Yayasan YASKI, Heartline FM Tangerang dan di bantu oleh tim relawan Injil Indonesia memberikan sedikit bantuan berupa makan siang kepada beberapa orang di sekitaran Lippo Village Tangerang. Mereka kebanyakan adalah pengemudi ojek online, pedagang kaki lima, petugas kebersihan dan lain sebagainya. Walaupun terlihat sederhana tetapi bantuan tersebut mereka terima dengan hati yang gembira dan sukacita.

Bantuan yang kami berikan juga tak terlepas dari donasi yang Anda salurkan melalui program Heartline Peduli. Kiranya program ini bisa terus berjalan, boleh ada para donatur yang hatinya tergerak membantu sesama dan Tuhan juga memberikan rahmat dan berkatnya untuk kita semua, Amin.

Jaringan Pelayanan Radio Indonesia (JAPRI)

Giving great service requires the right people amd the right service tools .. “

Ketua Formatur JAPRI, Efraim Jimriance menjelaskan, di era disrupsi media saat ini, industri radio mengalami tantangan yang besar untuk bisa bertahan dan mengembangkan bisnis serta pelayanannya. Kemunculan new media yang berbasis digital, telah merubah landscape model bisnis dalam semua industri, termasuk radio yang mulai banyak ditinggalkan.

Meskipun demikian, survey dari Nielsen menemukan bahwa radio masih memiliki segmen pendengar potensial di mana 57 persen pendengar radio adalah konsumen masa depan yang berada pada usia yang relatif muda yang disebut Generasi Millenials (38%)

Menurut Efraim Jimriance, kehadiran new media bukan sebagai lawan yang harus dijauhi, tetapi justru menjadi tools untuk menggenapi konten-konten radio agar bisa terdistribusi dengan jangkauan yang lebih luas, mudah diakses anytime, anywhere, any device.

Visi JAPRl adalah menjadi perkumpulan lembaga media penyiaran radio yang terkemuka, mengemban mandat media yang profesional dan beretika serta mampu berkompetisi di tingkat global. Sementara misi utama JAPRl adalah mengembangkan profesionalisme penyiaran radio Indonesia melalui peningkatan kompetensi pelayanan media, manajemen dan kewirausahaan yang mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap.

Jimriance lebih lanjut mengatakan, membangun jaringan radio pelayanan sebagai wahana untuk meningkatkan peran dan inovasi yang mampu memberikan kontribusi terhadap pembangunan Indonesia.

Selain itu, pihaknya siap berkomitmen dan berperan aktif melalui program siaran yang disiarkan untuk memperkokoh Indonesia melalui keluarga. Tak lupa, JAPRI siap menggalang rasa persahabatan dan kepedulian sosial antar anggota dan pendengarnya serta harus berjejaring menyiapkan sharing konten-konten yang baik, agar bisa tetap sustain.

Pelayanan Yaski di RSJ

Namun menurut Matius 25:35-40, melayani orang yang dianggap hina oleh dunia sangat penting, karena Firman-Nya menegaskan seperti kita melakukannya untuk Tuhan Yesus Sendiri.

Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. 

Kali ini tim Yayasan YASKI, Yosua dan Agus, berbagi pelayanan di RSJ Soeharto Heerdjan di Grogol. Pelayanan ini dikoordinasikan oleh BLESSING Care Community setiap hari Senin pagi jam 10.00 sampai dengan 11.30. Setiap pasien Kristen akan ditempatkan di satu ruangan untuk beribadah, dan mereka didoakan satu per satu supaya bukan saja cepat sembuh, tetapi diharapkan mereka mengerti tujuan hidupnya di dalam Kristus Yesus.

Persepsi jelek mengenai orang gila biasanya membuat orang ketakutan, menghindar dan membuat hanya sedikit orang yang mau melayani mereka, di sini kami menyebut mereka sebagai para tawanan daripada orang gila, yaitu orang-orang yang sedang tertawan roh dan jiwanya, hal ini yang membuat mereka “hidup tidak matipun tidak.” Pernahkah Anda membayangkan seandainya Anda adalah mereka? Atau mungkin anak, istri/suami Anda menjadi seperti mereka? Bukankah justru kita harus berupaya sekuat tenaga membebaskan mereka, daripada menjadi takut dan menghindari mereka?

Inilah yang membuat BLESSING Care Community dan beberapa relawan membayar harga, berdiri bagi kesembuhan mereka. Beberapa dari mereka justru anak muda, tanpa kenal lelah, menggunakan dana pribadi untuk melayani di sana selama hampir tiga tahun. Didorong oleh kerinduan; agar para tawanan ini bisa secepatnya sembuh, kembali ke keluarga mereka dengan menyadari kesempatan kedua dalam hidup mereka adalah saatnya hidup bagi Kristus.

Ibadah dimulai jam 10.00 pagi dan terbuka bagi relawan dari manapun. Para relawan bisa berinteraksi dengan pasien dan bisa juga membawa donasi berupa makanan. Pertemuan diadakan di ruang ibadah yang berseberangan dengan tempat ibadah Muslim, biasanya dihadiri 10-15 pasien. Ibadah dibuka dengan puji-pujian, lalu memberi kesempatan kepada pasien untuk sharing  yang biasanya mereka pakai untuk menyanyikan lagu. Setelah itu Firman Tuhan dibagikan selama 20 hingga 30 menit. Tidak seperti bayangan kita mengenai orang-orang tertawan ini, di sini mereka bisa mendengarkan sharing Firman Tuhan dengan tertib dan penuh konsentrasi, interaksi yang terjadi di sana juga sangat bagus.

Yang lebih membahagiakan, tingkat kesembuhan di sana sangat tinggi. Beberapa kasus bervariasi antara 2 bulan sampai 1 tahun, mereka bisa sembuh. Firman Tuhan dalam Yohanes 8:36 sangat berkuasa: Jadi apabila Anak itu memerdekakan  kamu, kamupun benar-benar merdeka.

Mari bagi Anda yang rindu melayani jiwa-jiwa yang tertawan ini bisa bergabung dengan kami setiap hari Senin. (YS/SA)

Yayasan YASKI Pedulikan Korban Banjir

Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, banjir Jakarta dan sekitarnya disebabkan curah hujan yang ekstrem. Banjir ini tidak hanya menyebabkan dampak kerusakan material, namun juga korban jiwa. Tercatat oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) 16 orang meninggal akibat banjir sampai dengan Kamis, 2 Januari 2020.

Yayasan YASKI tidak tinggal diam. Untuk meringankan beban para korban, bergerak bersama lembaga sosial lainnya, YASKI menggalang bantuan dana, bahan makanan, pakaian, obat-obatan, dan perlengkapan sekolah. Pada hari Jumat (10/1), YASKI bersama tim Heartline Radio 100.6 FM Tangerang, mendistribusikan bantuan tersebut kepada para korban banjir di daerah Tangerang.

Terima kasih untuk semua pihak yang sudah mendukung kegiatan sosial ini: FEBC Australia, Siloam Hospital, Yayasan Busur Emas, Suara Relawan Injil, para pendengar Radio Heartline 100,6 FM dan para donatur. Kepedulian Anda telah membantu dan meringankan beban mereka yang tengah menderita. (SA)

50 Tahun YASKI: From Faith to Faith

Yang sukses memberdayakan umat manusia. Yang berhasil menjadikan pendengar hebat dalam iman berkat siaran pewartaan. Yang selalu haus melahirkan inovasi-inovasi kreatif.Yang mengalir kuat menjalin ikatan emosional dengan umat Tuhan. Yang meneguhkan nilai kepercayaan dan dampak positifdalam skala nasional.

(Errol Jonathans – Direktur Utama Suara Surabaya Media)

Di atas adalah sebuah keyakinan yang disampaikan Errol Jonathans sebagai praktisi senior media di Indonesia, saat dimintai insight pribadi terkait 50 tahun Yayasan YASKI. Sebuah keyakinan yang diamini sebagai amanat agung Ilahi bagi Yayasan YASKI untuk ditindaklanjuti demi kemulian Nama Tuhan Yesus semata.

From Faith to Faith! Bukan sekadar tajuk perayaan puncak ulang tahun emas Yayasan YASKI. Tapi juga komitmen setia YASKI untuk terus menjadi alat kasih karunia penyebaran Kabar Baik hingga seluruh Indonesia mendengar: Betapa kasih setia Tuhan tak berkesudahan, selalu baru tiap pagi. Seiring dengan Tuhan yang sudah setia memelihara segala daya dan upaya yang ada, demikian juga YASKI percaya DIA sudah ada di masa depan dan akan terus menemani kiprah yayasan ini di tahun-tahun ke depan.

From faith to faith, perlu dipahami bukan hanya dari iman kepada iman, tapi juga dari kesetiaan Tuhan kepada kesetiaan Tuhan. DIA yang sudah mengadakan YASKI, dan memelihara YASKI hingga 50 tahun. (dan kita mesti percaya) DIA pula yang akan memelihara YASKI ke depan,” papar Pendeta Wilson Suwanto, MA., D.Min., pelayan Firman Tuhan di Perayaan Puncak 50 Tahun Yayasan YASKI di Gedung Heartline Center (16/11).

Berdasar pada filosofi pelayanan F.A.I.T.H. (Fear of God, through Actions of Integrity with Trust and Hardworking), Yayasan YASKI sadar bahwa segala sumber daya dan upaya yang ada hingga kini sepenuhnya merupakan milik Tuhan.

Karena itu kami harus mengelolanya dengan perasaan takut dan gentar akan Tuhan yang akan menuntut pertanggungjawaban dari kami,” ujar CEO Yayasan YASKI, Pendeta Jusak Widjaja.

Puji Tuhan! Momentum 50 tahun Yayasan YASKI ditandai pula dengan perampungan (90%) Gedung Heartline Center phase II yang selama ini mangkrak (selama 10 tahun). Dengan proses pengguntingan pita yang dilakukan oleh Ibu Judy Kurniawan, SH.,MA. selaku Ketua Badan Pengurus dan Bapak Jusuf Arbianto sebagai Ketua Badan Pembina, Yayasan YASKI berkomitmen untuk menuntaskan 10% terakhir pembangunan gedung phase 2 yang diberi nama “Gerha YASKI”.

Ke depan, Gerha YASKI akan menjadi pusat pelayanan YASKI, seperti pusat ide dan inspirasi, rumah produksi untuk membuat konten program radio yang berkualitas, pusat pengembangan pelayanan multi platform, seperti internet, streaming TV, siaran radio, smartphone dan lainnya, serta pusat pendidikan dan pelatihan untuk anggota jaringan, pengembangan masyarakat dan pusak konseling.

Kelak, diharapkan dapat menjadikan YASKI, dari penerima dana menjadi donor pada tahun 2024, mengembangkan basis pendengar untuk donor potensial, untuk memungkinkan YASKI dalam 5 tahun ke depan menjadi donor yang mampu menunjang pelayanan yayasan yang ada di Indonesia.

Dalam sambutannya, Ibu Judy Kurniawan mengingatkan bahwa iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh Firman Kristus (Roma 10:17). Karena itu, pelayanan radio yang dirintis YASKI tetap dibutuhkan, walau era digitalisasi sudah merebak dimana-mana.

YASKI bisa bertahan sampai 50 tahun, itu semata-mata karena anugerah Tuhan… YASKI milik Tuhan yang empunya alam semesta ini,” kata Ibu Judy.

Seiring dengan visi FEBC (Far East Broadcasting Company) International, Christ to the Word by Media (Radio),

Bersama YASKI dan Heartline Network, kita lanjutkan terus memproduksi konten program siaran yang baik dan menyiarkannya, sehingga banyak orang yang mendengar dan kehidupannya diubahkan,” ujar Bapak Jimriance Efraim, Ketua Panitia HUT ke-50 Yayasan YASKI.

Acara puncak 50 tahun Yayasan YASKI yang juga merupakan acara puncak 21 tahun Radio Heartline 100.6FM Tangerang itu, dihadiri oleh para partner dari dalam maupun luar negeri. Digelar dalam bentuk ibadah dengan para pelayan dari Paduan Suara GRII Pondok Indah, Elsa Pardosi (Solois), dan musik diiringi oleh instrument Angklung-Kolintang Gara dan Zaini Studio.

Hadir dalam acara tersebut sejumlah undangan VIP, seperti Pendeta Dr. Junus N. Atmarumeksa (salah satu pendiri YASKI), Mr. Joseph Ko (Director of International Ministries , FEBC Canada), Rev. Kevin Keegan (National Director, FEBC Australia), Mr. Ilka (Sansa Finland), dan seorang pendengar setia radio Heartline, Bapak Hadi Wiryono.

ICRC 2019: M.O.R.E. Impact for Mission

Di usia emas, 50 tahun, Yayasan YASKI kembali memperteguh panggilannya sebagai alat kasih karunia Tuhan untuk menjadi berkat, memberitakan Kabar Baik ke seluruh penjuru Indonesia melalui media radio. Salah satunya dengan menginisiasi proyek M.O.R.E. (Mission Outreach Radio Expansion). Melalui M.O.R.E, Yayasan YASKI hendak memperluas jangkauan misi radio untuk 500 ribu pendengar secara bersama mendengarkan Kabar Baik dengan lebih efektif dan efisien. Untuk itu, Yayasan YASKI telah berhasil merangkul 103 radio di seluruh Indonesia, baik radio swasta maupun radio komunitas.  Ke-103 radio ini berjejaring dan bersatu padu untuk kemaslahatan bersama di bawah koordinasi Radio Heartline  dalam Heartline Network.

Demi menyatukan visi dan misi, di usia ke-50 tahun, Yayasan YASKI membesut Indonesia Christian Radio Convention (ICRC) 2019 pada tanggal 15-16 November 2019, di Heartline Center, Tangerang, dengan tema M.O.R.E. Impact for Mission.

Dihadiri oleh 48 praktisi radio, dari 41 radio yang terdaftar, ICRC 2019 mengusung sejumlah tema dengan narasumber yang kompeten di bidangnya. Salah satunya terkait dengan Radio dalam Turbulensi Bisnis Media, yang dibawakan secara komunikatif dan informatif oleh Direktur Media Nielsen Indonesia, Cerli MZ. Wirsal.

Radio masa kini merupakan mood booster, dimana entertainment merupakan tujuan utama orang mendengarkan radio. 36% diantaranya memilih mendengarkan lagu Dangdut, 33% musik Pop Indonesia, dan hanya 7% mendengarkan program Reliji, dimana 5% diantaranya program Reliji Kristen,” papar Cerli Wirsal, di sesi pertama ICRC 2019, Tangerang (15/11).

Untuk itu, radio dituntut untuk kembali pada kekhasannya, yaitu sebagai media yang mengutamakan keintiman dengan para pendengar. Radio yang menghibur, radio yang mendengarkan para pendengarnya.

Seorang praktisi senior radio di Indonesia, Errol Jonathans, menyitir sebuah nasihat terkait radio, yaitu “Secara natural radio adalah medium paling emosional. Siaran radio itu cara manusia berbagi pengalaman dan membangun relasi humanis”. Sehingga adalah hal yang tepat, bila radio-radio masa kini mengutamakan para pendengar mereka dalam setiap konten program mereka.

Sehingga bukan mustahil, apalagi utopis, jika Yayasan YASKI, Heartline Network dan Project M.O.R.E 500K Listeners menjadi kerajaan siaran radio pewartaan Firman Tuhan terkemuka di Indonesia. Yang sukses memberdayakan umat manusia. Yang berhasil menjadikan pendengar hebat dalam iman berkat siaran pewartaan. Yang selalu haus melahirkan inovasi-inovasi kreatif. Yang mengalir kuat menjalin ikatan emosional dengan umat Tuhan. Yang meneguhkan nilai kepercayaan dan dampak positif dalam skala nasional,” demikian harapan Direktur Utama Suara Surabaya Media tersebut dalam insight tertulisnya dalam rangka 50 tahun Yayasan YASKI.

Karena itu, Yayasan YASKI menawarkan nota kesepakatan dan kesepahaman (M.O.U.) kepada radio-radio yang ada dalam project M.O.R.E. Dalam nota tersebut, dipahami bersama betapa pentingnya sinergi antar radio, dari sisi konten program maupun bisnis, demi pewartaan Kabar Baik yang menjangkau seluruh Indonesia.

Namun proyek ini bukan mengutamakan profit. We are making money for mission. Bagi YASKI adalah sebuah sukacita bila semakin banyak radio yang menerima dan merasakan manfaat, kemudian bertumbuh dan berkembang, melalui project M.O.R.E.,” ujar CEO Yayasan YASKI, Pdt. Jusak Widjaja.

Selama ini, Yayasan YASKI telah menyalurkan program-program bermanfaat seperti Rumah Impian Anak, Jendela Hati, Jalur Hati, Sentuhan Hati, Drama Alkitab, Dia Buka Jalan, dan sebuah program terbaru bertajuk VOICE OF YASKI.

Ke depan, YASKI akan memproduksi konten program yang lain, juga diharapkan adanya masukan aktif dari para radio jaringan, sehingga komunikasi yang dijalin dua arah dan saling menguntungkan,” pungkas Pdt. Jusak Widjaja.

Hadir pula dalam ICRC 2019, sejumlah partners internasional Yayasan YASKI diantaranya Mike Adams (perwakilan dari First Response Radio), Robert ‘Bob’ Bartz (perwakilan FEBC Internasional), dan perwakilan SANSA Ministry.

Detail mengenai Yayasan YASKI dapat disimak melalui www.yaski.co.id dan mengenai Heartline Network melalui www.heartline.co.id. (YP)