Demi Jiwa-jiwa Kepada Tuhan

Demi Jiwa-jiwa Kepada Tuhan

Ev. Y. Anes

D/a: Sungai Bun RT.10/RW.14, Numpang Sui Pinyuh 78353 – KalBar. 

Shalom, saudara saudari terkasih dalam Tuhan Yesus. Perkenalkan saya Evangelis Anes. Saya memohon doa dan pertolongan dari Yaski dan seluruh pendengar semua. Saya sudah 18 tahun melayani di desa terpencil dan baru 3 kali keluar dari desa karena akses jalan yang tidak baik. Pada November 2018 lalu, Tentara Nasional Indonesia (TNI) masuk membangun jalan perintisan sampai ke tempat terpencil. Selama saya di pedalaman, saya menanam lada atau sahang untuk bertahan hidup tetapi sahang tidak bisa dijual karena tidak ada akses jalan keluar, maka saya berhenti sejak 10 tahun lalu. Saya sangat menderita. Makan minum seadanya. Pakaian hanya itu-itu saja yang dipakai. Tidak ada bantuan dari mana pun. Puji Tuhan, saya masih bertahan dan setia melayani. Jemaat berkembang dan bertumbuh dalam Kristus Yesus.

Luar biasa kami dalam pelayanan ini, Tuhan memampukan saya dan hamba Tuhan yang lain bisa bertahan dalam perlindungan tangan Tuhan. Pelayanan kami di sini, kami makan minum tidak bergizi, terserang sakit penyakit yang kadang tidak tahu obatnya. Pakaian tidak layak, ancaman pemabuk yang tidak suka dengan kehadiran kami untuk memberitakan Injil dan penyembahan berhala yang masih kuat sekali. Puji Tuhan, masyarakat Dayak yang sudah menerima Tuhan Yesus dan bertumbuh imannya ikut melawan para berhala yang selalu mengancam kami. Saya dan jemaat beribadah di Pondok Kebun yang beratapkan tumpukan daun-daun kelapa kering dan berdinding kayu yang sudah mulai rapuh dimakan rayap. Dalam pelayanan kami, akhirnya Tuhan ada gerakan hati seorang ibu asal Cina Sumatera yang bernama Ibu Rina melalui Pdt. Joamico. Akan tetapi bantuan itu tidak bisa masuk ke tempat kami pelayanan karena ada pembangunan jalan yang mengakibatkan jalanan becek dengan tanah merah dan rawa. Maka dari itu, saya Ev. Y. Anes bersama jemaat gotong-royong mengangkat seng itu dengan memikulnya dan berjalan kaki kurang lebih jaraknya 31 km atau sehari semalam menuju kampung. Kami memang belum membangun gereja yang baik tetapi kami akan membangunnya dengan kayu bulat, lantai tanah, dinding papan bekas, dan atapnya seng. Dengan material yang seadanya itu, kami sudah sangat bersyukur. Itulah keadaan di pedalaman sekarang.

Kembali lagi, saya ingin sekali menanam kembali sahang tetapi saya tidak punya uang untuk membeli bibit batang sahang. Hasil dari saya bercocok tanam akan saya gunakan untuk pelayanan juga dan untuk menyambung hidup saya. Inilah permohonan saya meminta bantuan kepada Yaski. Terima kasih. Tuhan Yesus Memberkati.

Leave a Reply

Your email address will not be published.