Kerinduan untuk Hidup Mandiri

Shalom.. Saya Pdt. Apris yang melayani masyarakat di pedalaman Kalimantan Barat. Kebutuhan sehari-hari sangatlah penting. Kebutuhan makan, pakaian, obat-obatan, sekolah anak, dan yang terutama kebutuhan untuk pelayanan. Saya sangat jauh dari kampung halaman saya sendiri. Anak-anak saya, saya titipkan kepada pendeta-pendeta di Kota untuk mendapat pendidikan yang layak. Puji Tuhan, masih dipelihara oleh Tuhan Yesus Kristus. Setiap hari saya berkerja di perkebunan sawit. Hasil saya berkerja, saya pakai untuk makan dan pelayanan lagi. Saya bekerja sangat keras agar bisa bertahan hidup dan untuk menghidupi pelayanan ini. Tetapi hasil yang didapat tidak sesuai dengan kerja keras saya. Saya ingin bangkit dari keterpurukan. Saya akan usaha mandiri berternak ayam.

Pelayanan ini saya ingin adanya perubahan hidup yang dimulai dari saya lalu menular ke jemaat. Saya ingin membuat pertumbuhan iman yang pesat di masyarakat dan memperbaiki ekonomi masyarakat. Jika saya berhasil, maka jemaat semua juga akan berhasil. Itulah usaha saya supaya nama Tuhan Yesus dimuliakan. Menerapkan firman Tuhan dalam hidup dan membuktikannya. Tentunya dengan campur tangan Tuhan.

Demikian kesaksian saya, terima kasih. Tuhan Yesus memberkati.

Bertahan dan Berharap

Shalom, saya Antonius Ani adalah aktivis pelayanan ke pedalaman, desa-desa yang belum terjangkau. Penginjil seperti tentara yang berada di garis depan. Siap berjuang dan siap menerima hantaman senjata musuh saat berperang. Saya bersama rekan yang lain memberitakan injil yang pertama berjuang. Dan sekarang diteruskan oleh penerus kami yang datang dari berbagai penjuru.

Perjuangan saya dan rekan yang lain adalah memerangi penyembahan berhala, memerangi segala macam tradisi yang jahat dimata Tuhan. Tidak hanya itu, saya bertahan dengan harapan banyak jiwa terhilang dapat diselamatkan. Banyak pendeta besar datang sesaat saja. Mereka lebih nyaman berara di kota. Tetapi dengan kekuatan, perlindungan, penyertaan dari Tuhan, saya dapat bertahan. Kesusahan makan, pakaian, berobat, pendidikan dan masih banyak kesulitan lainnya, sudah saya rasakan. Salah satu perjuangan saya adalah memerangi keterpurukan ekonomi. Saya ingin menanam padi yang hasilnya akan saya pakai untuk pelayanan, hidup keluarga saya, dan membantu masyarakat yang sama seperti saya susahnya.

Maka dari itu, saya berterinma kasih kepada Yayasan Yaski yang telah membantu saya untuk membeli bibit padi sehingga saya bisa berusaha mandiri. Inilah kesaksian saya. Terima kasih. Tuhan Yesus memberkati.

Bekerja untuk Tuhan

Shalom dalam Tuhan Yesus. Perkenalkan saya Maria Magdalena, seorang aktivis yang melayani pelayanan penginjilan ke pedalaman. Pelayanan yang saya lakukan cukup banyak mengalami kesulitan. Kesulitan makan, kesulitan berobat, kesulitan pendidikan mengingat hidup di pedalaman.

Bukan berarti saya tidak makan, saya makan dengan ubi, sagu, jagung, daun pucuk karet, dan daun pepaya dimasak dengan dicampur beras bulog dari pemerintah. Kondisi beras tersebut tidak dalam keadaan baik tetapi dengan keadaan yang sudah berdebu, dan berulat. Itulah makanan sehari-hari.

Kalau lauknya tidak habis, ya untuk dimakan besoknya lagi. Setiap hari saya bekerja sebagai buruh kasar di perkebunan sawit dengan upah Rp.30.000/hari. Karena pekerjaan yang begitu berat, saya mengalami sakit yang berkepanjangan dan akhirnya saya berhenti bekerja. Hanya untuk menghidupi keluarga sehari-hari dan pelayanan, saya rela bekerja keras dan berkorban. Itulah harga yang harus dibayar.

Pelayanan yang saya lakukan memang untuk kepanjangan tangan Tuhan. tetapi saya dan aktivis lain juga membutuhkan bantuan untuk hidup kami ke depan. Saya ingin usaha mandiri berternak ayam kampung. Hasil dari penjualannya akan saya pakai untuk pelayanan, keluarga saya, dan jemaat. Itu yang saya bisa sampaikan. Tuhan Yesus memberkati saudara semua.

Kesetiaan dalam Pelayanan

Salam  dalam Kristus. Saya menceritakan pengalaman saya selama melayani di pedalaman dan kampung terpencil sebagai aktifis pelayanan menjangkau jiwa-jiwa. Saya juga berkerja di salah satu kebun orang untuk menanam padi, jagung. Pekerjaan saya ini dibayar dengan jagung, sagu, beras bulog yang kondisinya sudah berdebu dan berulat. Dimakan sehari-hari dengan masaknya dicampur, jagung dan beras bulog itu. Kalau perut sakit, obat-obatan alami seperti akar pohon dan daun-daun yang saya ambil dari hutan langsung saya rebus dan minum airnya. Puji Tuhan, langsung sembuh.  Kalau harus ke balai pengobatan perusahaan, saya tidak ada uang dan hanya bisa berdoa menunggu waktu Tuhan masih memberikan hidup atau mati.

Pernah ada seorang aktifis yang sakit di pedalaman. Empat orang jemaat memikul secara bergantian selama perjalanan 6 jam melewati hutan. Kurang lebih 55 km jarak tempuhnya. Belum sampai balai pengobatan perusahaan, aktifis ini sudah meninggal saat dalam perjalanan di tengah hutan. Jemaat ataupun masyarakat yang membawa merasa tidak berdaya lagi kalau harus membawa kembali ke kampung asal. Jadi, dikuburlah ditengah hutan. Kisah ini nyata, bukan saya membuat-buat. Itulah yang mungkin akan terjadi kepada saya kelak. Saat saya sudah tidak berdaya lagi dan karena kesusahan balai pengobatan di pedalaman. Saya dan aktifis lain berjuang untuk memenangkan jiwa untuk Tuhan.

Keadaan di pedalaman memang sangat memprihatinkan. Banyak pelayan yang ingin datang dari Jakarta ke Kalimantan sini tetapi saat susah signal dan keadaan jalan yang parah, masih tanah merah dan tidak beraspal, apalagi lewati hutan ada saja yang membatalkan untuk ke pedalaman Kalimantan. Tapi, kami masih semangat berjuang untuk memberitakan kabar baik dari Tuhan Yesus.

Saya mempunyai harapan bisa membantuk aktifis lain yang mempunyai kondisi hidup sama seperti saya mungkin ada yang lebih parah. Maka dari itu saya ingin usaha mandiri menanam bibit semangka. Dengan keahlian yang Tuhan berikan kepada saya dalam bercocok tanam, saya ingin mengusahakan itu.

Massa Depan yang Penuh Pengharapan

Shalom! Saya, Evangelis Lusia Lena. Saya pelayanan di pedalaman Kalimantan Barat di GBI Karasak. Permasalahan disini adalah kesulitan ekonomi, makanan dan pendidikan. Kesulitan ekonomi yang menjadi masalah utama. Untuk membeli makanan, hidup sehari-hari sangat susah sekali. Saya mendapat raskin dari pemerintah. Kondisinya berdebu dan berulat. Jadi, agar bisa saya makan saya campurkan dengan singkong atau beras jagung supaya ulat dan debunya hilang dan berasnya bisa dimakan. Sebagai sayurnya, saya memasak kulat merah dan hitam (semacam jamur). Saya sekeluarga pernah keracunan karena kulat tadi. Habis bagaimana lagi, saya tidak punya uang dan tidak ada yang lain disekitar tempat tinggal kami.

Selama melayani memang saya merasa sangat menderita dan sulit. Tetapi sampai saat ini, saya masih dipelihara. Saya percaya, Tuhan melihat semuanya. Tuhan Yesus memberikan masa depan terbaik dan penuh pengharapan. Sampai saat ini, saya tetap percaya kepada Tuhan Yesus.

Inilah kesaksian saya, saya harap dapat memberkati Bapak-Ibu dan saya berharap juga dapat memberikan bantuan kepada kami hamba Tuhan yang lain. Tuhan Yesus memberkati.

Iman yang Menyembuhkan

Shalom! Damai sejahtera meliputi kita semua. Perkenalkan saya, Evangelis Yunus yang melayani di pedalaman Kalimantan Barat selama 16 tahun. Jemaat yang saya layani, Puji Tuhan selalu bertambah. Sekarang ini sudah mencapai 43 KK atau 132 jiwa. Saya sangat senang dengan pelayanan ini untuk menjangkau jiwa-jiwa kembali kepada Tuhan Yesus. Iman memang bertumbuh pada jemaat. Tetapi sakit penyakit, tidak punya uang untuk berobat di balai pengobatan perusahaan sawit dan lainnya. Memang uang bukan segalanya. Tetapi kalau tidak ada uang, kegiatan terhenti, untuk biaya hidup akan kurang dan berhenti dan bahkan pelayanan juga akan terhenti.

Selama ini saya sedang merasakan sakit, kalau kata orang tinggal menunggu maut menjemput. Puji Tuhan dalam keadaan saya yang sakit ini, Tuhan tetap memelihara saya dan penyertaan Tuhan masih tersedia. Setiap orang di pedalaman sini tidak ada mantri, perawat, dokter, yang ada hanyalah dukun. Tetapi saya tidak pergi ke dukun. Untuk mengobati sakit saya, saya mengambil akar-akar kayu dan daunnya direbus untuk saya minum. Dengan iman saya berdoa sambil meminum air rebusan daun, akhirnya sembuh. Kemuliaan untuk Tuhan.

– Halaman 3 –