Bersyukur Itu Indah

Saya telah melayani selama 22 tahun di Kalimantan Barat ini dan banyak mengalami suka duka. Hal dukanya antara lain saat tidak memiliki uang sama sekali, tidak dapat merasakan makanan yang enak, tidak dapat berobat, tidak dapat menyekolahkan anak, karena keterbatasan biaya. Setiap hari pakaian yang kami gunakan pun seadanya, untuk beberapa robekan kecil dipakaian kami pun, tidak apa-apa. Yang terpenting masih bisa kami gunakan untuk melayani dan beribadah. Bukankah Tuhan tidak memandang rupa, tetapi melihat hati? Memang sebaiknya menghadap Tuhan dengan sebaik-baiknya, tetapi apalah daya kami, jika yang ada hanya seperti ini. Bukan kami tak ingin, tapi kami belum mampu untuk membelinya. Bukan kami tak berusaha, usaha kami ada, dan setiap hari kami memohon kepada Tuhan kiranya Tuhan cukupkan yang kami perlukan. Saya percaya saudara sekalian juga mengetahui bahwa kesulitan dalam keluarga bukanlah soal hal yang saya sebutkan diatas saja, tetapi juga ada yang lainnya. Namun, kami selalu memohon kepada Tuhan kiranya Tuhan memampukan kami untuk bertahan melalui kesulitan ini.

Kesukaan yang dapat saya bagikan dalam melayani di pedalaman yaitu saat kami diberikan pemandangan asri nan indah ciptaan Tuhan. Keindahan alam ini memberikan kepada kami rasa untuk bersyukur setiap harinya. Burung-burung, ikan, dan hewan lainnya khas lainnya yang masih tinggal, mengingatkan kami akan kasih Tuhan yang sungguh nyata. Jika hewan-hewan lepas di hutan yang saja dipelihara Tuhan, terlebih kami anak-anak yang dikasihi-Nya. Kami percaya Tuhan menakar setiap berkat bagi anak-anak-Nya setiap hari-Nya. Memang kami dalam keadaan yang susah, tetapi tak lupa kami juga mengucap syukur akan kasih Tuhan yang menopang kami sampai hari ini. Sungguh Ebenhaezer-sampai disini Tuhan menolong kita. Kiranya Tuhan juga memberkati, serta menolong kehidupan saudara sekalian.

Kami juga rindu mendapatkan pertolongan dari Yayasan Yaski untuk dapat bertani menanam padi di ladang sehingga keperluan kami dapat tercukupi.  Kami percaya Tuhan memakai Yaski sebagai kepanjangan tangan Tuhan.

Melayani Dalam Kesulitan

Saya datang ingin menyampaikan kesulitan di dalam pelayanan penginjilan keliling desa, ke pedalaman yang terpencil, masuk dan keluar hutan, dan ke kampung memberitakan Injil bagi orang-orang yang belum percaya dan yang sudah percaya tetapi belum sungguh-sungguh menyerahkan hidupnya kepada Tuhan. Namun, di sepanjang pelayanan memang ada kesulitan-kesulitan yang juga harus dirasakan, seperti kelaparan, sakit penyakit dan permasalahan lainnya. Keadaan perekonomian yang semakin merosot juga menjadi faktor penghambat dalam pelayanan.

Saya rindu untuk memiliki perekonomian yang mandiri dan bisa menopang dunia pelayanan ini. Saya ingin budidaya ikan lele yang dapat dikelola dan hasilnya menjadi pendukung pelayanan saya di tempat ini. Kiranya Yayasan Yaski dapat menolong saya dengan modal usaha mandiri.

Ini saja yang dapat saya sampaikan. Tuhan Yesus kiranya memberkati Bapak/Ibu sekalian yang melayani dimanapun berada. Amin.

Babi untuk Kehidupan!

Membaca judul artikel ini, mungkin Anda sedikit tergelitik dan bertanya: Bagaimana bisa seekor Babi dapat membawa kemuliaan bagi Tuhan? Apa hubungannya seekor Babi dengan jiwa?

Adalah Pendeta Ovenius Gea, seorang hamba Tuhan yang melayani umat Tuhan di Desa Saurenu, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Melalui sepucuk surat, Pendeta Oveinius berkabar dengan Yayasan YASKI seputar kerinduannya. Tidak hanya sekadar untuk dapat bertahan hidup, tapi juga sebuah gedung gereja sekaligus pastori diharapkan dapat menunjang pertumbuhan jemaat di sana.

Lebih baik minta pancing daripada ikan, mungkin itu yang ada di benak Pendeta Ovenius. Alih-alih meminta dukungan dana, ia ingin memelihara Babi untuk dikembangbiakkan. Keinginan Pendeta Ovenius itu selaras dengan konsep pelayanan misi Yayasan YASKI untuk hamba Tuhan di pedalaman.

Yayasan YASKI mengelola setiap donasi Anda dengan konsep tent maker yang diteladankan  Rasul Paulus. Donasi Anda akan diperuntukkan untuk usaha mandiri dari setiap Hamba Tuhan yang berkesinambungan secara ekonomi, seperti bercocok tanam, dan beternak (Kambing, Babi, Itik/Bebek, Ayam, Ikan).

Alhasil, gayung pun bersambut, kabar pun tersiar dari Saurenu, Mentawai.

Donasi yang diberikan menjadi pemicu pemberdayaan semangat gotong royong (konsep semut) jemaat Saurenu. Menurut Pendeta Ovenius, harga bibit Babi di Mentawai memang lumayan tinggi. Untuk itu ia pun mengajak jemaat untuk bersama mewujudkan kerinduan mereka memiliki gedung gereja dan pastori dengan pembelian seekor Babi.

Mulai dari seekor Babi yang dikelola bersama jemaat, Pendeta Ovenius Gea optimistis untuk terus melayani dan membawa jiwa bagi Tuhan, sehingga Nama Tuhan dipermuliakan. Masih jauh panggang dari api? Tidak juga. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, apa yang dimulai dalam Nama Tuhan, semuanya akan kembali bagi Kemuliaan Nama-Nya!

Terima kasih atas dukungan dan donasi yang selama ini Anda sampaikan melalui Yayasan YASKI. MARI KITA DUKUNG HAMBA TUHAN DI PEDALAMAN! Kita bersama menyebarkan Kabar Baik ke seluruh pelosok Indonesia melalui Hamba-Hamba Tuhan di Pedalaman…

Penggugah Semangat Melayani!

Hampir semua masyarakat Indonesia penikmat rasa pedasnya cabai, diolah menjadi sambal dengan berbagai olahan yang menggoda lidah penikmatnya. Bahkan Indonesia terkenal di dunia internasional sebagai Negeri Sejuta Sambal! Cabai sebagai bahan dasar utama sambal pun kerap menjadi incaran banyak orang.

Karena itu, tak heran Pendeta Yustinus Gulo di Desa Aursampuk, Sengah Temila, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat memilih menanam cabai sebagai awal dari peningkatan kesejahteraan ekonomi keluarga dan jemaat. Dengan memanfaatkan lahan kosong yang ada, Pendeta Yustinus dan istri berhasil memulai upaya kemandirian ekonomi jemaat dari donasi yang Anda salurkan melalui Yayasan YASKI.

Memulai pelayanan sejak bulan Juni 2018 dan jemaat yang dilayani rata-rata berprofesi sebagai petani berpenghasilan sangat rendah, tak memutus harapan Pendeta Yustinus kepada Tuhan yang mengutus dia.  Pendeta Yustinus rindu supaya pelayanannya kepada jemaat menjadi kuat dan dewasa dalam Tuhan sehingga menjadi kemuliaan bagi Tuhan.

Kiranya kebun cabai ini dapat bermanfaat dan berdampak buat jemaat di sini, juga menjadi sumber penghasilan yang diberkati Tuhan. Terima kasih Bapak/Ibu atas dukungannya,” ujar Pendeta Yustinus.

Terima kasih atas dukungan doa, daya dan dana yang selama ini Bapak/Ibu sampaikan melalui Yayasan YASKI. MARI KITA DUKUNG HAMBA TUHAN DI PEDALAMAN! Bersama, kita menyebarkan Kabar Baik ke seluruh pelosok Indonesia melalui Hamba-Hamba Tuhan di Pedalaman…

Dimulai Dari Sebuah Ketulusan

Saya datang memohon doa dan berkat untuk usaha mandiri financial seperti yang terjadi dimana-mana.

Saya juga ingin dibantu seperti teman-teman hamba Tuhan yang telah berhasil dalam usaha mandiri dari Yayasan Yaski, sehingga kini mereka dapat membantu hamba Tuhan lain yang kesusahan. Disaat ada yang sakit, mereka menolong dengan saling patungan untuk membawa temannya berobat. Disaat sedang ada yang kekurangan, mereka juga turut membagikan berkat kepada teman yang kesusahan.

Saya juga ingin memiliki ekonomi yang mandiri sehingga dapat ikut saling membantu teman sepelayanan saya. Kiranya Yayasan Yaski dapat menolong keadaan saya yang terpuruk saat ini.

Kebutuhan Hamba Tuhan

Saya melayani di GKII Tanete sudah 11 tahun lamanya dan tentunya disertai dengan lika-liku kehidupan, baik dalam suka maupun duka juga penuh dengan tantangan. Salah satu pergumulan kami dalam jemaat adalah pembangunan gedung gereja yang sampai saat ini masih dalam proses penyelesaian. Selain itu, kami juga bergumul mengenai kehidupan kami di sini untuk dapat membiayai sekolah anak-anak dalam keadaan hidup yang pas-pasan, yang artinya adalah tidak kurang tetapi juga tidak lebih.

Lalu saya mendengar kesaksian dari beberapa hamba Tuhan melalui radio mengenai permohonan bantuan kepada Yayasan Yaski. Saya mencoba untuk mengirimkan surat permohonan bantuan kepada Yayasan Yaski dengan harapan dapat membantu kami untuk kebutuhan pelayanan dan biaya sekolah anak-anak. Pada tanggal 15 September 2021, saya berkirim surat permohonan tersebut melalui email dan Puji Tuhan, Yayasan Yaski meresponnya dengan baik. Akhirnya pada tanggal 6 Oktober 2021, Yayasan Yaski membantu kami berupa dana sebesar Rp500.000,- (lima ratus ribu rupiah) untuk 1 ekor babi. Uang tersebut sudah kami belikan babi pejantan, namun belum dapat dikembang-biakkan. Harapan kami, Yayasan Yaski dapat membelikan lagi seekor babi betina supaya dapat segera dikembangkan demi kemajuan pelayanan kami.

Demikianlah kesaksian kami hamba Tuhan yang hidup di pedalaman. Atas bantuan Yayasan Yaski, kami mengucapkan terimakasih. Tuhan Yesus memberkati. (JT/NC)

Sebuah Harapan

Saya datang hendak memohon bantuan modal usaha ekonomi mandiri, seperti pelayan Tuhan lainnya yang telah dibantu juga oleh Yayasan Yaski. Saya melayani Tuhan dengan memberitakan Injil di daerah perbatasan Kalimantan Barat bersama juga dengan hamba Tuhan lainnya. Setiap hari kaki kami melangkah untuk mencari jiwa bagi Tuhan, serta menyenangkan hati Tuhan. Banyak kekurangan yang kami rasakan, tetapi kami juga masih bersyukur karena Tuhan berikan kesempatan untuk boleh melayani-Nya sampai hari ini juga. Saat ini saya juga memerlukan modal usaha mandiri untuk berjualan pakaian bekas layak pakai. Sambil berkeliling, berjualan dan juga mencari jiwa-jiwa bagi Tuhan. Saya yakin bahwa Tuhan juga akan memberkati usaha ini ke depannya. Besar harapan saya Yayasan Yaski dapat menolong saya.

Ini saja yang dapat saya sampaikan kepada Bapak-Ibu pendengar sekalian. Kiranya Tuhan senantiasa memagari kita dengan kasih karunia-Nya dan rahmat-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Setia Melayani

Melalui surat ini saya datang di hadapan Bapak/Ibu pendengar sekalian dengan penuh rasa hormat, saya memohon belas kasihan dari Yayasan Yaski untuk usaha beternak bebek yang hasilnya untuk membiayai seluruh kebutuhan dalam melayani Tuhan. Saya juga ingin mengabarkan berita baik kepada Bapak/Ibu pendengar sekalian bahwa saat ini sudah ada 138 jiwa yang telah dibaptiskan, dan 36 pasangan yang telah mengambil keputusan untuk menikah dan memberikan hidupnya bagi Tuhan. Kami sangat bersyukur karena Tuhan senantiasa memberikan semangat kepada saya untuk terus melayani-Nya. Saat ini, kondisi kami hanyalah beribadah di gubug yang kami bangun secara gotong royong dengan berlantaikan tanah dan dinding bambu juga tiang kayu dan ber-atapkan daun sagu nipah. Tapi kami masih terus bersyukur karena Tuhan masih memberikan kesempatan untuk beribadah kepada-Nya.

Kalau masalah ekonomi, kami sama-sama merasakan kesulitan dalam mengolah tanah untuk dijadikan tempat untuk bertani, karena juga keterbatasan biaya untuk membeli bibit dan juga pupuk. Saat ini yang saya dan beberapa jemaat kerjakan adalah mengumpulkan buah sawit yang jatuh, memasukannya ke dalam karung dan dinaikkan ke atas truk untuk dibawa ke pabrik. Namun, sekarang keadaan saya juga sering sekali mengalami sakit-sakitan dan saya juga memutuskan untuk tidak melanjutkan pekerjaan tersebut. Saya ingin memiliki usaha mandiri untuk beternak bebek yang hasilnya juga untuk melayani. Saya berharap Yayasan Yaski dapat membantu keadaan saya di sini.

Terimakasih untuk waktu yang diberikan dan terimakasih telah mendengarkan kesaksian dari saya. Tuhan Yesus memberkati serta menaungi Bapak/Ibu sekalian. Aminn.

Berdiri Teguh

Salam dalam Kasih Kristus,

Saya hendak menyampaikan kesaksian tentang pelayanan yang Tuhan percayakan pada saya. Setiap orang yang dipanggil oleh Tuhan melayani harus sungguh-sungguh mempersiapkan diri secara matang, karena berbagai hal harus dihadapi. Kelaparan, berbagai sakit penyakit yang hanya menantikan waktunya sembuh atau mati, karena tidak bisa berobat. Kemiskinan dan kesusahan hidup juga menjadi tantangan yang berat bagi hamba Tuhan.

Pertanyaannya adalah; apakah ia dapat bertahan dengan setia ataupun malah meninggalkan pelayanan dan bahkan Tuhan? Setiap hamba Tuhan diharuskan tegak dan teguh berdiri dan bertahan dalam menghadapi kesulitan-kesulitan itu. Kalau seseorang belum terpanggil, lebih baik jangan memaksakan untuk terjun dalam dunia pelayanan di pedalaman.

Hal-hal diatas sudah menjadi makanan saya sehari-hari selama 26 tahun melayani di pedalaman. Tetapi puji Tuhan ada tim pelayanan YASKI yang membantu dalam doa dan usaha untuk kami, sehingga kami lebih merasa diperhatikan saat kami dalam keadaan susah maupun senang. Saat ini kami memohon bantuan YASKI untuk membantu kami memiliki usaha kemandirian bercocok tanam sayur-sayuran agar dapat menopang kehidupan kami dan perjalanan pelayanan kami disini.

Terima kasih atas segala perhatian dan kerjasamanya untuk membantu kami para hamba Tuhan di pedalaman ini. Tuhan Yesus memberkati.

Kembali ke Jalan-NYA

Salam damai dalam Tuhan Yesus,

Sama halnya dengan hamba-hamba Tuhan lain di pedalaman yang juga mengalami kesusahan, begitu pula dengan kehidupan saya. Setiap harinya saya harus ke hutan untuk mencari sisa air getah karet yang kering hingga jam 3 sore, kemudian saya menjualnya yang laku hanya kira-kira Rp.20.000,- saja dan itupun tidak selalu sama setiap harinya. Hasilnya tersebut saya gunakan untuk membeli jagung untuk makan di rumah. Begitulah keadaannya. Hingga suatu hari, ada orang kepercayaan lain yang menolong saya dalam kebutuhan sehari-hari sehingga saya berkecukupan. Tetapi, pada saat itu pula saya meninggalkan iman saya pada Tuhan Yesus dan mengikut kepercayaan orang tersebut. Selama kurang lebih 1 tahun saya menjalaninya. Saya kemudian diberikan air minum yang sudah diberikan baca-bacaan dari kepercayaan itu tetapi saya menolaknya. Saya rasa Roh Kudus masih bekerja dalam hidup saya, Ia memberikan kegelisahan dalam hati saya ketika saya sudah jauh menyimpang.

Pada tanggal 20 September yang lalu, ada team gabungan Hamba Tuhan yang mampir ke tempat tinggal saya dan mereka mengingatkan saya. Mereka telah Tuhan pakai untuk memperbaharui hati saya agar segera bertobat dan berbalik. Akhirnya saya sungguh-sungguh bertobat dan mohon ampun kepada Tuhan atas kebodohan yang telah saya lakukan. Tidak hanya itu, tetapi mereka juga memperhatikan saya dengan memberikan bantuan-bantuan berupa sembako, pakaian, dan bahan makanan yang lain. Mereka juga menceritakan tentang pelayanan Misi YASKI yang dapat membantu para Hamba Tuhan.

Pada akhirnya saya kembali melayani dan pindah ke tempat ini yaitu di Gowa Boma. Saya berharap kejadian itu tidak terulang kembali. Saya juga memohon bantuan dari YASKI kiranya dapat menolong saya dengan bantuan usaha mandiri untuk ternak ayam kampung agar saya dapat menghidupi keperluan hidup sehari-hari dan untuk pelayanan saya. Saya mohon bantuan dari YASKI. Terima kasih, Tuhan Yesus memberkati.

Ditolong untuk Menolong

Saya Pdt. Amos yang pernah menerima bantuan dana usaha mandiri dari YASKI pada 6 tahun yang lalu, sekarang sudah berhasil pelihara sapi dan sudah menjual 5 ekor dengan harga Rp.15.000.000,- per ekornya, sehingga total yang saya peroleh Rp.75.000.000,- karena harga sapi sedang anjlok, yang sebenarnya Rp.21.000.000,- per ekornya.

Tetapi puji Tuhan saya termasuk hamba Tuhan yang berhasil di pedalaman, berhasil dalam usaha ternak sapi dan seluruh kebutuhan kami sekeluarga, termasuk untuk pelayanan telah teratasi dengan berlimpah. Anak bisa sekolah di kota, bisa berobat ketika sakit, dan lainnya.

Saya juga menolong teman-teman hamba Tuhan lain di pedalaman untuk pelihara babi, ayam, bebek, menanam cabe walau tidak banyak. Masih ada dua ekor sapi yang akan jual. Saya juga sadar bahwa banyak orang dibantu, hanya beberapa orang yang sadar berikan laporan dan ucapkan terima kasih kepada Yaski. Saya sendiri mengucapkan terima kasih banyak kepada Yaski bahwa karena bantuannya, saya sudah tertolong dalam ekonomi. Tuhan memberkati.

Berkembang Tiada Henti

Bersama dengan surat ini, saya sebagai Penginjil keliling dan juga mengembalakan jemaat miskin di pedalaman yang menerima bantuan dana usaha mandiri ekonomi dari Yaski, langsung saya beli 2 ekor bibit babi betina dan dikawinkan dengan babi jantan milik orang lain. Dua kali berturut-turut berkembang biak menjadi 11 ekor, lalu dijual Rp.200.000,- x 11 ekor menjadi Rp.2.200.000,-.

Puji Tuhan sudah mulai bisa mengatasi masalah kesulitan ekonomi dalam keluarga dan di dalam pelayanan tetapi modal induk babi terus berputar; maksudnya terus berkembang biak. Untuk itu saya sangat yakin bahwa ekonomi saya telah terangkat dan pulih dan saya pun akan membantu hamba Tuhan lain, terutama hamba Tuhan lain dalam segala kesusahan.

Saya ucapkan terima kasih banyak kepada Yaski yang telah menolong saya. Tuhan Yesus memberkati.

– Halaman 07 –