Sebuah Harapan

Saya datang hendak memohon bantuan modal usaha ekonomi mandiri, seperti pelayan Tuhan lainnya yang telah dibantu juga oleh Yayasan Yaski. Saya melayani Tuhan dengan memberitakan Injil di daerah perbatasan Kalimantan Barat bersama juga dengan hamba Tuhan lainnya. Setiap hari kaki kami melangkah untuk mencari jiwa bagi Tuhan, serta menyenangkan hati Tuhan. Banyak kekurangan yang kami rasakan, tetapi kami juga masih bersyukur karena Tuhan berikan kesempatan untuk boleh melayani-Nya sampai hari ini juga. Saat ini saya juga memerlukan modal usaha mandiri untuk berjualan pakaian bekas layak pakai. Sambil berkeliling, berjualan dan juga mencari jiwa-jiwa bagi Tuhan. Saya yakin bahwa Tuhan juga akan memberkati usaha ini ke depannya. Besar harapan saya Yayasan Yaski dapat menolong saya.

Ini saja yang dapat saya sampaikan kepada Bapak-Ibu pendengar sekalian. Kiranya Tuhan senantiasa memagari kita dengan kasih karunia-Nya dan rahmat-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Setia Melayani

Melalui surat ini saya datang di hadapan Bapak/Ibu pendengar sekalian dengan penuh rasa hormat, saya memohon belas kasihan dari Yayasan Yaski untuk usaha beternak bebek yang hasilnya untuk membiayai seluruh kebutuhan dalam melayani Tuhan. Saya juga ingin mengabarkan berita baik kepada Bapak/Ibu pendengar sekalian bahwa saat ini sudah ada 138 jiwa yang telah dibaptiskan, dan 36 pasangan yang telah mengambil keputusan untuk menikah dan memberikan hidupnya bagi Tuhan. Kami sangat bersyukur karena Tuhan senantiasa memberikan semangat kepada saya untuk terus melayani-Nya. Saat ini, kondisi kami hanyalah beribadah di gubug yang kami bangun secara gotong royong dengan berlantaikan tanah dan dinding bambu juga tiang kayu dan ber-atapkan daun sagu nipah. Tapi kami masih terus bersyukur karena Tuhan masih memberikan kesempatan untuk beribadah kepada-Nya.

Kalau masalah ekonomi, kami sama-sama merasakan kesulitan dalam mengolah tanah untuk dijadikan tempat untuk bertani, karena juga keterbatasan biaya untuk membeli bibit dan juga pupuk. Saat ini yang saya dan beberapa jemaat kerjakan adalah mengumpulkan buah sawit yang jatuh, memasukannya ke dalam karung dan dinaikkan ke atas truk untuk dibawa ke pabrik. Namun, sekarang keadaan saya juga sering sekali mengalami sakit-sakitan dan saya juga memutuskan untuk tidak melanjutkan pekerjaan tersebut. Saya ingin memiliki usaha mandiri untuk beternak bebek yang hasilnya juga untuk melayani. Saya berharap Yayasan Yaski dapat membantu keadaan saya di sini.

Terimakasih untuk waktu yang diberikan dan terimakasih telah mendengarkan kesaksian dari saya. Tuhan Yesus memberkati serta menaungi Bapak/Ibu sekalian. Aminn.

Berdiri Teguh

Salam dalam Kasih Kristus,

Saya hendak menyampaikan kesaksian tentang pelayanan yang Tuhan percayakan pada saya. Setiap orang yang dipanggil oleh Tuhan melayani harus sungguh-sungguh mempersiapkan diri secara matang, karena berbagai hal harus dihadapi. Kelaparan, berbagai sakit penyakit yang hanya menantikan waktunya sembuh atau mati, karena tidak bisa berobat. Kemiskinan dan kesusahan hidup juga menjadi tantangan yang berat bagi hamba Tuhan.

Pertanyaannya adalah; apakah ia dapat bertahan dengan setia ataupun malah meninggalkan pelayanan dan bahkan Tuhan? Setiap hamba Tuhan diharuskan tegak dan teguh berdiri dan bertahan dalam menghadapi kesulitan-kesulitan itu. Kalau seseorang belum terpanggil, lebih baik jangan memaksakan untuk terjun dalam dunia pelayanan di pedalaman.

Hal-hal diatas sudah menjadi makanan saya sehari-hari selama 26 tahun melayani di pedalaman. Tetapi puji Tuhan ada tim pelayanan YASKI yang membantu dalam doa dan usaha untuk kami, sehingga kami lebih merasa diperhatikan saat kami dalam keadaan susah maupun senang. Saat ini kami memohon bantuan YASKI untuk membantu kami memiliki usaha kemandirian bercocok tanam sayur-sayuran agar dapat menopang kehidupan kami dan perjalanan pelayanan kami disini.

Terima kasih atas segala perhatian dan kerjasamanya untuk membantu kami para hamba Tuhan di pedalaman ini. Tuhan Yesus memberkati.

Kembali ke Jalan-NYA

Salam damai dalam Tuhan Yesus,

Sama halnya dengan hamba-hamba Tuhan lain di pedalaman yang juga mengalami kesusahan, begitu pula dengan kehidupan saya. Setiap harinya saya harus ke hutan untuk mencari sisa air getah karet yang kering hingga jam 3 sore, kemudian saya menjualnya yang laku hanya kira-kira Rp.20.000,- saja dan itupun tidak selalu sama setiap harinya. Hasilnya tersebut saya gunakan untuk membeli jagung untuk makan di rumah. Begitulah keadaannya. Hingga suatu hari, ada orang kepercayaan lain yang menolong saya dalam kebutuhan sehari-hari sehingga saya berkecukupan. Tetapi, pada saat itu pula saya meninggalkan iman saya pada Tuhan Yesus dan mengikut kepercayaan orang tersebut. Selama kurang lebih 1 tahun saya menjalaninya. Saya kemudian diberikan air minum yang sudah diberikan baca-bacaan dari kepercayaan itu tetapi saya menolaknya. Saya rasa Roh Kudus masih bekerja dalam hidup saya, Ia memberikan kegelisahan dalam hati saya ketika saya sudah jauh menyimpang.

Pada tanggal 20 September yang lalu, ada team gabungan Hamba Tuhan yang mampir ke tempat tinggal saya dan mereka mengingatkan saya. Mereka telah Tuhan pakai untuk memperbaharui hati saya agar segera bertobat dan berbalik. Akhirnya saya sungguh-sungguh bertobat dan mohon ampun kepada Tuhan atas kebodohan yang telah saya lakukan. Tidak hanya itu, tetapi mereka juga memperhatikan saya dengan memberikan bantuan-bantuan berupa sembako, pakaian, dan bahan makanan yang lain. Mereka juga menceritakan tentang pelayanan Misi YASKI yang dapat membantu para Hamba Tuhan.

Pada akhirnya saya kembali melayani dan pindah ke tempat ini yaitu di Gowa Boma. Saya berharap kejadian itu tidak terulang kembali. Saya juga memohon bantuan dari YASKI kiranya dapat menolong saya dengan bantuan usaha mandiri untuk ternak ayam kampung agar saya dapat menghidupi keperluan hidup sehari-hari dan untuk pelayanan saya. Saya mohon bantuan dari YASKI. Terima kasih, Tuhan Yesus memberkati.

Ditolong untuk Menolong

Saya Pdt. Amos yang pernah menerima bantuan dana usaha mandiri dari YASKI pada 6 tahun yang lalu, sekarang sudah berhasil pelihara sapi dan sudah menjual 5 ekor dengan harga Rp.15.000.000,- per ekornya, sehingga total yang saya peroleh Rp.75.000.000,- karena harga sapi sedang anjlok, yang sebenarnya Rp.21.000.000,- per ekornya.

Tetapi puji Tuhan saya termasuk hamba Tuhan yang berhasil di pedalaman, berhasil dalam usaha ternak sapi dan seluruh kebutuhan kami sekeluarga, termasuk untuk pelayanan telah teratasi dengan berlimpah. Anak bisa sekolah di kota, bisa berobat ketika sakit, dan lainnya.

Saya juga menolong teman-teman hamba Tuhan lain di pedalaman untuk pelihara babi, ayam, bebek, menanam cabe walau tidak banyak. Masih ada dua ekor sapi yang akan jual. Saya juga sadar bahwa banyak orang dibantu, hanya beberapa orang yang sadar berikan laporan dan ucapkan terima kasih kepada Yaski. Saya sendiri mengucapkan terima kasih banyak kepada Yaski bahwa karena bantuannya, saya sudah tertolong dalam ekonomi. Tuhan memberkati.

Berkembang Tiada Henti

Bersama dengan surat ini, saya sebagai Penginjil keliling dan juga mengembalakan jemaat miskin di pedalaman yang menerima bantuan dana usaha mandiri ekonomi dari Yaski, langsung saya beli 2 ekor bibit babi betina dan dikawinkan dengan babi jantan milik orang lain. Dua kali berturut-turut berkembang biak menjadi 11 ekor, lalu dijual Rp.200.000,- x 11 ekor menjadi Rp.2.200.000,-.

Puji Tuhan sudah mulai bisa mengatasi masalah kesulitan ekonomi dalam keluarga dan di dalam pelayanan tetapi modal induk babi terus berputar; maksudnya terus berkembang biak. Untuk itu saya sangat yakin bahwa ekonomi saya telah terangkat dan pulih dan saya pun akan membantu hamba Tuhan lain, terutama hamba Tuhan lain dalam segala kesusahan.

Saya ucapkan terima kasih banyak kepada Yaski yang telah menolong saya. Tuhan Yesus memberkati.

– Halaman 07 –