Berkat dari Ayam dan Bebek

Adalah seorang hamba Tuhan yang berasal dari Kalimantan Barat yang mendedikasikan dirinya untuk menggembalakan jiwa-jiwa bagi Tuhan di Desa Waimangura, Sumba Barat Daya.

Menghubungi Yayasan Yaski melalui media sosial lalu berlanjut berkomunikasi melalui whatsapp, Ev. Richard mengutarakan keinginannya untuk memelihara babi. Namun niat awalnya ini terhalang dengan harga anak babi yang begitu mahal yakni seharga dua juta rupiah untuk usia dua bulan.

Menyadari akan keterbatasan bantuan modal usaha kemandirian yang sudah ditetapkan Yaski, maka Ev. Yahya menyesuaikan kebutuhannya ini dengan memelihara ayam dan bebek. Dan akhirnya setelah beberapa waktu, bantuan dana senilai lima ratus ribu rupiah dibelikan ayam dan bebek masing-masing dua ekor.

Ev. Yahya

 “Rencana ke depan, ayam dan bebek ini akan dikembangkan dahulu dan kalau sudah banyak nanti bisa dijual dan dibagikan untuk teman-teman yang mau pelihara juga. Doakan semoga bisa berkembang banyak. Saya akan lebih giat lagi dalam berusaha dan melayani, kiranya Tuhan terus memberkati Yaski yang punya komitmen baik untuk pelayanan ini.”

Ev. Richard Yahya, S.Pd optimis untuk terus melayani dan membawa jiwa bagi Tuhan, sehingga nama Tuhan dipermuliakan.

Mari kita dukung hamba Tuhan di pedalaman! Bersama, kita menyebarkan Kabar Baik ke seluruh pelosok Indonesia melalui Hamba-Hamba Tuhan di Pedalaman, dimana mereka pun selama ini telah bertahan dalam penderitaan namun mereka sangat mengimani bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan mereka.

Tuhan Yesus memberkati!

Bersyukur Itu Indah

Saya telah melayani selama 22 tahun di Kalimantan Barat ini dan banyak mengalami suka duka. Hal dukanya antara lain saat tidak memiliki uang sama sekali, tidak dapat merasakan makanan yang enak, tidak dapat berobat, tidak dapat menyekolahkan anak, karena keterbatasan biaya. Setiap hari pakaian yang kami gunakan pun seadanya, untuk beberapa robekan kecil dipakaian kami pun, tidak apa-apa. Yang terpenting masih bisa kami gunakan untuk melayani dan beribadah. Bukankah Tuhan tidak memandang rupa, tetapi melihat hati? Memang sebaiknya menghadap Tuhan dengan sebaik-baiknya, tetapi apalah daya kami, jika yang ada hanya seperti ini. Bukan kami tak ingin, tapi kami belum mampu untuk membelinya. Bukan kami tak berusaha, usaha kami ada, dan setiap hari kami memohon kepada Tuhan kiranya Tuhan cukupkan yang kami perlukan. Saya percaya saudara sekalian juga mengetahui bahwa kesulitan dalam keluarga bukanlah soal hal yang saya sebutkan diatas saja, tetapi juga ada yang lainnya. Namun, kami selalu memohon kepada Tuhan kiranya Tuhan memampukan kami untuk bertahan melalui kesulitan ini.

Kesukaan yang dapat saya bagikan dalam melayani di pedalaman yaitu saat kami diberikan pemandangan asri nan indah ciptaan Tuhan. Keindahan alam ini memberikan kepada kami rasa untuk bersyukur setiap harinya. Burung-burung, ikan, dan hewan lainnya khas lainnya yang masih tinggal, mengingatkan kami akan kasih Tuhan yang sungguh nyata. Jika hewan-hewan lepas di hutan yang saja dipelihara Tuhan, terlebih kami anak-anak yang dikasihi-Nya. Kami percaya Tuhan menakar setiap berkat bagi anak-anak-Nya setiap hari-Nya. Memang kami dalam keadaan yang susah, tetapi tak lupa kami juga mengucap syukur akan kasih Tuhan yang menopang kami sampai hari ini. Sungguh Ebenhaezer-sampai disini Tuhan menolong kita. Kiranya Tuhan juga memberkati, serta menolong kehidupan saudara sekalian.

Kami juga rindu mendapatkan pertolongan dari Yayasan Yaski untuk dapat bertani menanam padi di ladang sehingga keperluan kami dapat tercukupi.  Kami percaya Tuhan memakai Yaski sebagai kepanjangan tangan Tuhan.

Melayani Dalam Kesulitan

Saya datang ingin menyampaikan kesulitan di dalam pelayanan penginjilan keliling desa, ke pedalaman yang terpencil, masuk dan keluar hutan, dan ke kampung memberitakan Injil bagi orang-orang yang belum percaya dan yang sudah percaya tetapi belum sungguh-sungguh menyerahkan hidupnya kepada Tuhan. Namun, di sepanjang pelayanan memang ada kesulitan-kesulitan yang juga harus dirasakan, seperti kelaparan, sakit penyakit dan permasalahan lainnya. Keadaan perekonomian yang semakin merosot juga menjadi faktor penghambat dalam pelayanan.

Saya rindu untuk memiliki perekonomian yang mandiri dan bisa menopang dunia pelayanan ini. Saya ingin budidaya ikan lele yang dapat dikelola dan hasilnya menjadi pendukung pelayanan saya di tempat ini. Kiranya Yayasan Yaski dapat menolong saya dengan modal usaha mandiri.

Ini saja yang dapat saya sampaikan. Tuhan Yesus kiranya memberkati Bapak/Ibu sekalian yang melayani dimanapun berada. Amin.

Babi untuk Kehidupan!

Membaca judul artikel ini, mungkin Anda sedikit tergelitik dan bertanya: Bagaimana bisa seekor Babi dapat membawa kemuliaan bagi Tuhan? Apa hubungannya seekor Babi dengan jiwa?

Adalah Pendeta Ovenius Gea, seorang hamba Tuhan yang melayani umat Tuhan di Desa Saurenu, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Melalui sepucuk surat, Pendeta Oveinius berkabar dengan Yayasan YASKI seputar kerinduannya. Tidak hanya sekadar untuk dapat bertahan hidup, tapi juga sebuah gedung gereja sekaligus pastori diharapkan dapat menunjang pertumbuhan jemaat di sana.

Lebih baik minta pancing daripada ikan, mungkin itu yang ada di benak Pendeta Ovenius. Alih-alih meminta dukungan dana, ia ingin memelihara Babi untuk dikembangbiakkan. Keinginan Pendeta Ovenius itu selaras dengan konsep pelayanan misi Yayasan YASKI untuk hamba Tuhan di pedalaman.

Yayasan YASKI mengelola setiap donasi Anda dengan konsep tent maker yang diteladankan  Rasul Paulus. Donasi Anda akan diperuntukkan untuk usaha mandiri dari setiap Hamba Tuhan yang berkesinambungan secara ekonomi, seperti bercocok tanam, dan beternak (Kambing, Babi, Itik/Bebek, Ayam, Ikan).

Alhasil, gayung pun bersambut, kabar pun tersiar dari Saurenu, Mentawai.

Donasi yang diberikan menjadi pemicu pemberdayaan semangat gotong royong (konsep semut) jemaat Saurenu. Menurut Pendeta Ovenius, harga bibit Babi di Mentawai memang lumayan tinggi. Untuk itu ia pun mengajak jemaat untuk bersama mewujudkan kerinduan mereka memiliki gedung gereja dan pastori dengan pembelian seekor Babi.

Mulai dari seekor Babi yang dikelola bersama jemaat, Pendeta Ovenius Gea optimistis untuk terus melayani dan membawa jiwa bagi Tuhan, sehingga Nama Tuhan dipermuliakan. Masih jauh panggang dari api? Tidak juga. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, apa yang dimulai dalam Nama Tuhan, semuanya akan kembali bagi Kemuliaan Nama-Nya!

Terima kasih atas dukungan dan donasi yang selama ini Anda sampaikan melalui Yayasan YASKI. MARI KITA DUKUNG HAMBA TUHAN DI PEDALAMAN! Kita bersama menyebarkan Kabar Baik ke seluruh pelosok Indonesia melalui Hamba-Hamba Tuhan di Pedalaman…

Penggugah Semangat Melayani!

Hampir semua masyarakat Indonesia penikmat rasa pedasnya cabai, diolah menjadi sambal dengan berbagai olahan yang menggoda lidah penikmatnya. Bahkan Indonesia terkenal di dunia internasional sebagai Negeri Sejuta Sambal! Cabai sebagai bahan dasar utama sambal pun kerap menjadi incaran banyak orang.

Karena itu, tak heran Pendeta Yustinus Gulo di Desa Aursampuk, Sengah Temila, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat memilih menanam cabai sebagai awal dari peningkatan kesejahteraan ekonomi keluarga dan jemaat. Dengan memanfaatkan lahan kosong yang ada, Pendeta Yustinus dan istri berhasil memulai upaya kemandirian ekonomi jemaat dari donasi yang Anda salurkan melalui Yayasan YASKI.

Memulai pelayanan sejak bulan Juni 2018 dan jemaat yang dilayani rata-rata berprofesi sebagai petani berpenghasilan sangat rendah, tak memutus harapan Pendeta Yustinus kepada Tuhan yang mengutus dia.  Pendeta Yustinus rindu supaya pelayanannya kepada jemaat menjadi kuat dan dewasa dalam Tuhan sehingga menjadi kemuliaan bagi Tuhan.

Kiranya kebun cabai ini dapat bermanfaat dan berdampak buat jemaat di sini, juga menjadi sumber penghasilan yang diberkati Tuhan. Terima kasih Bapak/Ibu atas dukungannya,” ujar Pendeta Yustinus.

Terima kasih atas dukungan doa, daya dan dana yang selama ini Bapak/Ibu sampaikan melalui Yayasan YASKI. MARI KITA DUKUNG HAMBA TUHAN DI PEDALAMAN! Bersama, kita menyebarkan Kabar Baik ke seluruh pelosok Indonesia melalui Hamba-Hamba Tuhan di Pedalaman…

Dimulai Dari Sebuah Ketulusan

Saya datang memohon doa dan berkat untuk usaha mandiri financial seperti yang terjadi dimana-mana.

Saya juga ingin dibantu seperti teman-teman hamba Tuhan yang telah berhasil dalam usaha mandiri dari Yayasan Yaski, sehingga kini mereka dapat membantu hamba Tuhan lain yang kesusahan. Disaat ada yang sakit, mereka menolong dengan saling patungan untuk membawa temannya berobat. Disaat sedang ada yang kekurangan, mereka juga turut membagikan berkat kepada teman yang kesusahan.

Saya juga ingin memiliki ekonomi yang mandiri sehingga dapat ikut saling membantu teman sepelayanan saya. Kiranya Yayasan Yaski dapat menolong keadaan saya yang terpuruk saat ini.

Kebutuhan Hamba Tuhan

Saya melayani di GKII Tanete sudah 11 tahun lamanya dan tentunya disertai dengan lika-liku kehidupan, baik dalam suka maupun duka juga penuh dengan tantangan. Salah satu pergumulan kami dalam jemaat adalah pembangunan gedung gereja yang sampai saat ini masih dalam proses penyelesaian. Selain itu, kami juga bergumul mengenai kehidupan kami di sini untuk dapat membiayai sekolah anak-anak dalam keadaan hidup yang pas-pasan, yang artinya adalah tidak kurang tetapi juga tidak lebih.

Lalu saya mendengar kesaksian dari beberapa hamba Tuhan melalui radio mengenai permohonan bantuan kepada Yayasan Yaski. Saya mencoba untuk mengirimkan surat permohonan bantuan kepada Yayasan Yaski dengan harapan dapat membantu kami untuk kebutuhan pelayanan dan biaya sekolah anak-anak. Pada tanggal 15 September 2021, saya berkirim surat permohonan tersebut melalui email dan Puji Tuhan, Yayasan Yaski meresponnya dengan baik. Akhirnya pada tanggal 6 Oktober 2021, Yayasan Yaski membantu kami berupa dana sebesar Rp500.000,- (lima ratus ribu rupiah) untuk 1 ekor babi. Uang tersebut sudah kami belikan babi pejantan, namun belum dapat dikembang-biakkan. Harapan kami, Yayasan Yaski dapat membelikan lagi seekor babi betina supaya dapat segera dikembangkan demi kemajuan pelayanan kami.

Demikianlah kesaksian kami hamba Tuhan yang hidup di pedalaman. Atas bantuan Yayasan Yaski, kami mengucapkan terimakasih. Tuhan Yesus memberkati. (JT/NC)

– Halaman 08 –