Testimoni 04

Tuhan Adalah Gembalaku, Takkan Kekurangan Aku

Ibarat domba yang menikmati tuntunan tangan si gembala, seorang manusia pun sejatinya menikmati pemeliharaan Tuhannya setiap saat.

Rutin mendengar dan berpartisipasi dalam program Sharing and Prayer, Bang Jo mengaku semakin mengandalkan hidupnya ke dalam tangan Tuhan. Hari demi hari dilalui dengan tetap bersukacita, bersyukur senantiasa kepada apa yang diberikan Tuhan, dengan tetap percaya kepada Sang Gembara Agung.

Tinggal di Batuceper, Tangerang, Bang Jo dan istri tercinta mengalami jatuh bangun dalam hal ekonomi. Impiannya untuk hidup dari kegemarannya memasak harus dipendam menjadi rindu karena masalah keuangan. Membuka warung, berjualan dilakoni Bang Jo, walau selalu berujung pada kegagalan. Dia tetap bersyukur…

Tidak hanya itu, pergumulan Bang Jo pun tak lepas dari ‘kekurangan’ sang istri yang gemar sekali meminjam uang yang seringkali tidak dipikir bagaimana mengembalikannya nanti. Sang istri pun tak dapat mengelola keuangan keluarga sehingga mereka jatuh dalam lilitan hutang. Pada kondisi masa kini, apalagi di masa pandemi Covid-19, banyak keluarga punya prahara yang sama, dan ujungnya pertikaian suami istri berujung perceraian. Tapi tidak dengan Bang Jo, ia tak putus asa, dengan tetap mengandalkan Tuhan, Bang Jo pun setia bertanggung jawab mencicil hutangnya. Bang Jo terus tak bosan mengingatkan sang istri untuk hidup cukup dan selalu bersyukur kepada Tuhan apapun dan berapapun yang Dia beri.

Saat ini, walau tetap berusaha keluar dari jerat hutang, Bang Jo bekerja serabutan. Apa saja yang bisa dia kerjakan, akan dikerjakan dengan tetap bersukacita dalam Tuhan. Terakhir dia bekerja mengangkat galon-galon air mineral dan sang istri sebagai tukang urut.

Selama masa pandemi Covid-19, pergumulan Bang Jo dan istri dirasa semakin berat. Namun dia sekali lagi berkata tidak putus asa, dan tetap mengandalkan Tuhan dengan sepenuh hati. Momen saat dia dan istri diijinkan Tuhan terkena Covid-19, membuat pasangan suami istri itu pun tunduk bersepakat berserah kepada Tuhan saja, bukan kepada manusia. Mereka percaya mukjizat Tuhan itu nyata! Bang Jo mengaku melalui program radio Sharing and Prayer, dia semakin dikuatkan oleh sesama pengikut Kristus yang ikut serta dalam program itu. Indahnya kebersamaan dalam keluarga Tuhan! Sembuhnya Bang Jo dan istri dari Covid-19 pun tak lepas dari peran gereja yang mendukung mereka untuk pulih.

Bang Jo bersaksi bahwa kuasa Tuhan itu sangat luar biasa berkerja dalam hidupnya. Jangan pernah mengandalkan manusia, andalkan Tuhan, sebab pemeliharaan Sang Gembala Agung sudah terbukti luar biasa dalam kehidupan manusia! (fel/yp)

Tuhan Pakai Heartline FM Mengatasi Rasa Takut!

Keduanya merupakan pendengar setia radio Heartline FM Tangerang. Mereka mengaku mendengar program audio melalui radio pemberian Heartline FM. Bahkan sangking setianya, Lili mendengar Heartline FM sejak buka siar (04.00 WIB) sampai tutup siar (01.00 WIB) tanpa mengganti channel radio.

Berkat apa yang didapat selama mendengar program radio Heartline FM?

Lili mengaku radio Heartline FM sudah menjadi pendamping hidupnya yang sebatang kara di dunia ini. Sebelumnya, bila dia sendiri, tak ada teman di sisi, Lili sering merasa takut. Namun sejak mengenal Heartline FM, dan mendengar (juga berinteraksi), rasa takutnya hilang begitu saja. Lili yakin dan percaya itu semua karena kerja Roh Kudus yang menemaninya melalui siaran-siaran rohani radio Heartline FM. Selain itu, sejak menjadi pendengar radio Heartline FM, Lili belajar semakin berserah kepada pemeliharaan tangan Tuhan. Apapun yang terjadi dalam hidupnya, Lili belajar bersyukur dan merasa cukup atas berkat-berkat Tuhan hari lepas hari.

Hal yang serupa pun dirasakan sahabat karibnya, Lusiana. Di tengah hidup sebagai single parent (suaminya sudah meninggal dunia), Lusiana pun kini masih terus bergumul dengan sakit yang dideritanya selama 30 tahun terakhir. Sungguh sebuah mukjizat Tuhan bila dicermati benar. Bagaimana tidak? Lusiana menderita sakit pada Liver dan Hepatitis B. Lusiana pun hanya mengandalkan Tuhan semata dalam menjalani hidup sehari-hari. Dokter yang ditemuinya seakan sudah menyerah, dan hanya memberi obat peredam rasa sakit.

Takut? Pasti ada. Sebagai manusia, Lusiana takut atas kondisi kesehatannya, juga nasib anak-anaknya, terutama yang anak keduanya yang belum menikah. Namun Lusiana menyerahkan rasa takut itu kepada Tuhan Yesus yang telah menghadirkan Lili sebagai sahabat karib untuk berbagi dan saling mendoakan. Juga radio Heartline FM yang dirasakan Lusiana menjadi alat kasih karunia Tuhan buat dirinya. (fel/yp)

Hidup Dalam Tuhan, Tidak Ada Celah Putus Asa!

Radio Heartline FM dapat diibaratkan sebagai teman hidup, nonstop pria yang berprofesi sebagai pedagang minuman itu mendengar radio Heartline dari awal siaran pukul 04.00 WIB sampai tutup siaran 01.00 WIB. Program-program radio, menurut Guan, menjadi saluran berkat dan kekuatan dari Tuhan. Jamahan Roh Kudus yang menghibur dan menguatkan, dirasakan Guan saat mendengarkan program radio. Hal itulah yang membuatnya tak merasa putus asa, walau badai pergumulan menerpa…

Saat ini, Guan dan istri tengah mengalami pergumulan ekonomi. Rumah yang ditinggali saat ini bukan rumah pribadi, tapi Guan dan istri diperkenankan tinggal di sana oleh sang pemilik, tanpa membayar sewa. Sungguh sebuah berkat yang tersembunyi dari Tuhan! Blessing in disguise!

Hidup keseharian mereka hanya bergantu pada penjualan minuman yang dilakoni Guan. Semasa Pandemi Covid-19 melanda, sama sekali pedagang yang lain, Guan pun merasakan pukulan telak buat ekonomi rumah tangganya. Susahnya memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, seolah cukup membuat siapapun putus asa dan mencari jalan pintas. Namun tidak untuk Guan dan isri,

Meskipun penjualan lesu dan masalah melanda, aku tidak putus asa…,” demikian komitmen Guan kepada Tuhan. Program-program radio Heartline FM membawa kabar/pesan peneguhan dari Tuhan buat Guan dan istri setiap harinya, dan tak habis-habisnya berkat pemeliharaan Tuhan nyata disaksikan Guan dan istri.

Istri saya, setiap hari Minggu pergi ke gereja, dan Puji Tuhan setiap sesudah kebaktian, ada saja yang memberikan beras dan kebutuhan pokok lainnya,” Guan bersaksi. Hidup dalam Tuhan, tidak ada celah putus asa, yang ada hanya ucapan syukur atas pemeliharaannya yang tak terpikirkan.

Di sela kesaksiannya, Guan pun memberikan pesan kepada kita untuk tetap hidup sehat, baik secara jasmani maupun rohani. Salah satunya adalah tetap mengasup Firman Tuhan setiap hari. (fel/yp)

Mantan Preman Melihat Secercah Asa

Sejak bertobat dari sisi gelap hidup seorang preman, Yao Shun mengarungi hidup berumah tangga dengan seorang istri dan 5 orang anaknya (1 orang anaknya telah meninggal dunia). Istrinya merupakan alasan Yao Shun berubah 180 derajat dari preman menjadi pribadi yang mengikut Tuhan.

Namun sayang, sejak mengalami Stroke 7 tahun silam, Yao Shun mulai ditinggal istri dan anak-anaknya. Yao Shun tidak dipedulikan lagi, makan hanya 2x, pagi dan malam. Pada siang hari, saat istri dan anak-anaknya tidak ada, Yao Shun otomatis tak ada yang mengurusi. Tak ada makanan, dan tak ada yang bisa dia lakukan. Bahkan untuk pergi ke kamar mandi, buang air saja, Yao Shun tak berdaya. Kala Tim Kunjungan Kasih Yayasan YASKI datang berkunjung, tim sempat mengantar Yao Shun ke kamar mandi untuk buang air.

Dia mengaku terpaksa tidur di ruang tamu, karena kondisi kamar tidur yang tidak memungkinkan, sangat kotor (akibat tidak dipelihara/dibersihkan). Pergerakannya yang sangat terbatas paska Stroke pun semakin menambah beban pikirannya setiap hari. Merasa sendiri, tak dipedulikan bahkan oleh keluarga sendiri, membuat Yao Shun merasa tersisihkan. Puji Tuhan! Walau pergerakan terbatas, telinga Yao Shun masih mampu mendengar dengan baik. Yao Shun merupakan salah satu pendengar radio Heartline FM Tangerang.

Radio Heartline menjadi teman saya setiap hari, saya jadi merasa tidak sepi lagi, dan hati pun menjadi tenang mendengar program-program rohani Heartline,” ungkap Yao Shun kepada tim.

Yao Shun bersaksi, jika tidak ada program radio Heartline, mungkin dia sudah tidak ada. Sebuah kesaksian yang dalam, mengingat perasaan sepi dan tidak dipedulikan dapat membunuh siapapun di dunia ini. Yao Shun berharap radio Heartline FM Tangerang dapat menjadi saluran berkat buat dia, dan melalui program interaksi di radio, Yao Shun boleh mendapat teman untuk berbicara dan saling menguatkan. (fel/yp)

Mendengar Firman Tuhan untuk Melihat Kuasa-Nya!

Ia sering mendengar program Sharing & Prayer. Yudan merasa dikuatkan ketika mendengar program radio Heartline. Selain Sharing & Prayer, Yudan juga sering mendengar dan berinteraksi dalam program Heartline Request, Jalur Hati, dan Jendela Hati.

Ketulusan Yudan mendengar Firman Tuhan melalui radio seakan menutupi kekurangannya dalam penglihatan. Dia dapat melihat kuasa Tuhan dinyatakan dalam hidupnya. Bagaimana Tuhan memelihara hidupnya dan keluarga di tengah banyak pergumulan. Mulai dari anak pertamanya, Andreas, yang mengalami sakit vertigo sejak lama, hingga anak keduanya, Ester, yang hidup dengan jantung yang bocor, sehingga setiap bulan harus pergi ke rumah sakit. Semua itu membutuhkan biaya yang tak sedikit. Suatu hal yang tidak mungkin digenapi oleh Istrinya yang bekerja sebagai pemulung. Meskipun begitu,  Yudan dan istri, juga anak-anaknya tetap berdoa kepada Tuhan dan mengucap syukur senantiasa…

Selama ini,  Yudan dan keluarga hidup dari belas kasihan Tuhan Yesus setiap hari. Tuhan mendatangkan orang-orang yang berbelas kasih, termasuk Yayasan YASKI. Pada tanggal 12 Agustus 2022, Yayasan YASKI datang mengunjungi  Yudan dan keluarga dengan membawa et sembako. Tidak hanya itu, perhatian dan kepedulian serta kehadiran untuk mendukung dalam doa, adalah satu hal yang istimewa dapat dirasakan oleh  Yudan dan keluarga.

Pergumulan mungkin tidak selesai, hidup pun mungkin akan semakin sulit, tapi pemeliharaan Tuhan tak pernah gagal buat anak-anak-Nya yang beriman percaya kepada-Nya.

Terima kasih buat para donatur yang telah berbagi kasih melalui Yayasan YASKI, tetap dukung mereka dalam doa, kiranya Tuhan Yesus memberkati kita semua… (fel/yp)

Penghibur di Kala Susah

Puji Tuhan Pak Andy telah lama sembuh sehingga dapat tinggal bergabung dengan masyarakat umum.

Pak Andy tinggal di Barombong, di sebuah rumah kontrakan amat sederhana sambil menjalankan usaha toko kelontong dan servis elektronik.

Tim Harmoni FM selalu mengunjungi dan memberikan bantuan berupa sembako dan voucher Iistrik senilai Rp.150 ribu rupiah tiap bulannya.

Pak Andi bercerita tentang kehidupanya saat ini yang menjadi sulit sejak pandemi, namun setelah mendengarkan program siaran Harmoni FM bernama Oloang Mabajika, yang menyampaikan bahwa kita harus kuat karena di dalam kita ada Roh Tuhan yang lebih besar dari apapun. Pak Andy merasa begitu terhibur dan menjadi kuat. Sejak itu ia berhenti mengeluh dan selalu bersyukur walau dikala susah.

Sejak mempraktekkan apa yang ia dengar dari program Oloang Mabajika ia menjadi tahu apa arti sukacita. Sukacita adalah kegembiraan dari dalam karena ada Roh Tuhan dan merupakan sebuah kegembiraan yang tidak dipengaruhi oleh keadaan dari luar atau situasi yang ada.

Dari Kekuatiran Menjadi Kekuatan

Saat ini ia harus tinggal di Dangko, Makassar, sebuah perkampungan khusus untuk  yang menderita lepra atau yang sudah sembuh.

Dalam kesehariannya, Dg Senga merasa kesepian karena terpisah dari keluarga besar. Suatu ketika ia mendengarkan siaran program Oloang Mabajika, yang berisi banyak nasehat  bahasa Makassar dan juga pembahasan tentang kekuatiran. Saat Dg Senga mendengar kalimat “Jangan kamu kuatir burung di udara Tuhan pelihara”, ia sangat tersentuh dan menjadi tahu bahwa selama ini ternyata rasa kuatirlah yang membuatnya sering merasa sedih dan terkucilkan. Saat bertemu dengan Crew Harmoni FM (FEBC Indonesia), Dg Senga bercerita bahwa sejak ia mendengarkan program Oloang Mabajika, ia merasa lega dan selalu mendengarkan program ini karena ia merasa tidak sunyi lagi serta mengambil nasehat-nasehat yang bermanfaat dari program Oloang Mabajika.

Terpujilah Yesus Kristus!

Mengandalkan Dia

Semua anak- anaknya belum sungguh-sungguh di dalam Tuhan dan belum berhasil bahkan ada yang belum bekerja. Kesedihan melihat anak-anaknya dan penyakit yang diderita menjadi sebuah pergumulan. Saat ini, dia hanya berdoa dan berharap kiranya Tuhan berikan kemampuan untuk melewati semuanya ini.

Radio Heartline telah menjadi teman setia yang menguatkan. Ibu Aju suka mengirim doa buat anak-anaknya agar Tuhan menjamah mereka agar bisa percaya dan mengenal pribadi Allah serta berdoa untuk kesembuhan penyakitnya.

Selalu Ada Jalan

Sejak mengalami kebutaan Darius belajar banyak segala penyakit seperti pijat refleksi dan pengobatan sgala penyakit diantaranya penyakit rematik.

Sebagai seorang kepala rumah tangga Darius harus menghidupi kelima anaknya yang masih menjadi tanggungan. Darius bersyukur hingga saat ini Tuhan masih menolong dan memampukan untuk bisa melewati hari lepas hari. Selalu saja ada berkat melalui orang yang membutuhkan jasanya. Luar biasanya Tuhan yang telah mencukupkan.

Sebagai seorang tuna netra Darius juga aktif dalam pelayanan di gereja sebagai ketua Komsel. Dia sempat merasa lemah dan ingin mengundurkan diri dari Ketua Komsel karena ada kekecewaaan terhadap hamba-hamba Tuhan tersebut.

Namun seorang hamba Tuhan dari Radio Heartline meneleponnya, mendoakan serta memotivasi. Ia mulai bangkit dan semangat kembali. Dulunya Darius memang pernah mendengarkan Radio Heartline namun terhenti karena radionya rusak. Kunjungan Pak Agus dan tim membuatnya kembali mendengarkan Radio Heartline dan berterima kasih. Puji Tuhan.

– Halaman 04 –