Testimoni 04

Penghibur di Kala Susah

Puji Tuhan Pak Andy telah lama sembuh sehingga dapat tinggal bergabung dengan masyarakat umum.

Pak Andy tinggal di Barombong, di sebuah rumah kontrakan amat sederhana sambil menjalankan usaha toko kelontong dan servis elektronik.

Tim Harmoni FM selalu mengunjungi dan memberikan bantuan berupa sembako dan voucher Iistrik senilai Rp.150 ribu rupiah tiap bulannya.

Pak Andi bercerita tentang kehidupanya saat ini yang menjadi sulit sejak pandemi, namun setelah mendengarkan program siaran Harmoni FM bernama Oloang Mabajika, yang menyampaikan bahwa kita harus kuat karena di dalam kita ada Roh Tuhan yang lebih besar dari apapun. Pak Andy merasa begitu terhibur dan menjadi kuat. Sejak itu ia berhenti mengeluh dan selalu bersyukur walau dikala susah.

Sejak mempraktekkan apa yang ia dengar dari program Oloang Mabajika ia menjadi tahu apa arti sukacita. Sukacita adalah kegembiraan dari dalam karena ada Roh Tuhan dan merupakan sebuah kegembiraan yang tidak dipengaruhi oleh keadaan dari luar atau situasi yang ada.

Dari Kekuatiran Menjadi Kekuatan

Saat ini ia harus tinggal di Dangko, Makassar, sebuah perkampungan khusus untuk  yang menderita lepra atau yang sudah sembuh.

Dalam kesehariannya, Dg Senga merasa kesepian karena terpisah dari keluarga besar. Suatu ketika ia mendengarkan siaran program Oloang Mabajika, yang berisi banyak nasehat  bahasa Makassar dan juga pembahasan tentang kekuatiran. Saat Dg Senga mendengar kalimat “Jangan kamu kuatir burung di udara Tuhan pelihara”, ia sangat tersentuh dan menjadi tahu bahwa selama ini ternyata rasa kuatirlah yang membuatnya sering merasa sedih dan terkucilkan. Saat bertemu dengan Crew Harmoni FM (FEBC Indonesia), Dg Senga bercerita bahwa sejak ia mendengarkan program Oloang Mabajika, ia merasa lega dan selalu mendengarkan program ini karena ia merasa tidak sunyi lagi serta mengambil nasehat-nasehat yang bermanfaat dari program Oloang Mabajika.

Terpujilah Yesus Kristus!

Mengandalkan Dia

Semua anak- anaknya belum sungguh-sungguh di dalam Tuhan dan belum berhasil bahkan ada yang belum bekerja. Kesedihan melihat anak-anaknya dan penyakit yang diderita menjadi sebuah pergumulan. Saat ini, dia hanya berdoa dan berharap kiranya Tuhan berikan kemampuan untuk melewati semuanya ini.

Radio Heartline telah menjadi teman setia yang menguatkan. Ibu Aju suka mengirim doa buat anak-anaknya agar Tuhan menjamah mereka agar bisa percaya dan mengenal pribadi Allah serta berdoa untuk kesembuhan penyakitnya.

Selalu Ada Jalan

Sejak mengalami kebutaan Darius belajar banyak segala penyakit seperti pijat refleksi dan pengobatan sgala penyakit diantaranya penyakit rematik.

Sebagai seorang kepala rumah tangga Darius harus menghidupi kelima anaknya yang masih menjadi tanggungan. Darius bersyukur hingga saat ini Tuhan masih menolong dan memampukan untuk bisa melewati hari lepas hari. Selalu saja ada berkat melalui orang yang membutuhkan jasanya. Luar biasanya Tuhan yang telah mencukupkan.

Sebagai seorang tuna netra Darius juga aktif dalam pelayanan di gereja sebagai ketua Komsel. Dia sempat merasa lemah dan ingin mengundurkan diri dari Ketua Komsel karena ada kekecewaaan terhadap hamba-hamba Tuhan tersebut.

Namun seorang hamba Tuhan dari Radio Heartline meneleponnya, mendoakan serta memotivasi. Ia mulai bangkit dan semangat kembali. Dulunya Darius memang pernah mendengarkan Radio Heartline namun terhenti karena radionya rusak. Kunjungan Pak Agus dan tim membuatnya kembali mendengarkan Radio Heartline dan berterima kasih. Puji Tuhan.

– Halaman 04 –