YASKI Melatih Generasi Digital Jadi Saksi

YASKI Melatih Generasi Digital Jadi Saksi

YASKI – Di era digital yang bergerak secepat kilat, panggilan untuk menjadi “saksi Kristus” tidak lagi terbatas pada mimbar gereja, melainkan merambah ke layar ponsel di genggaman setiap orang. Data We Are Social tahun 2025 menunjukkan rata-rata orang menghabiskan lebih dari enam jam sehari di internet. Artinya, ladang pelayanan terbesar saat ini ada di ruang digital.

Bagi generasi muda Kristen, keterampilan komunikasi dan media bukan sekadar hobi, tetapi bagian dari ketaatan terhadap Amanat Agung. Tanpa narasi yang kuat dan relevan, pesan kasih karunia bisa tenggelam di tengah derasnya arus konten dunia maya.

Menjawab tantangan ini, Yayasan YASKI menggelar berbagai pelatihan konten sepanjang Januari 2026 untuk membekali anak-anak muda melayani umat melalui media. Diantaranya pelatihan storytelling pada 26 Januari di Hope of Asia, BSD, dihadiri para mahasiswa perwakilan dari beberapa daerah di Indonesia. Pelatihan broadcasting dan digital content di SMAK Penabur Gading Serpong, pada 22-23 Januari, dengan mengajak puluhan anak-anak SMA belajar menjadi broadcaster dan content creator kristen yang handal. Terakhir, pelatihan broadcasting di Heartline Center, pada 31 Januari dengan mengajak komunitas Gen Z “ASIK” (Aku Suka Ikut Kritus) belajar tentang script writing, depth interview, presenting dan public speaking

Lebih dari sekadar belajar teknik presenting dan editing video, pelatihan ini juga menekankan seni menyampaikan kebenaran dalam kasih. Generasi muda perlu dilatih menjadi komunikator yang relevan, mengubah gadget mereka menjadi alat pemulihan yang mampu menjangkau jiwa-jiwa yang terhilang di balik algoritma.

Inilah waktunya gereja berinvestasi pada talenta komunikasi anak-anak muda, memastikan suara kebenaran tidak hanya terdengar, tetapi juga bergema dan membawa perubahan di tengah dunia digital yang terus berkembang.