Yayasan YASKI – Di usia 86 tahun, keterbatasan pendengaran tidak menghalangi semangat Bapak Matius untuk terus mendengarkan firman Tuhan melalui Heartline FM. Meski suara radio terkadang terdengar kurang jelas karena faktor usia, ia tetap setia mengikuti siaran dan merasakan damai sejahtera melalui setiap program yang didengarkannya.
Dalam sebuah kunjungan pendengar, Pak Matius membagikan kisahnya tentang bagaimana Radio Heartline FM telah menjadi bagian penting dalam kesehariannya. Ia bercerita meskipun tidak semua suara tertangkap dengan sempurna, ia tetap dapat memahami pesan firman Tuhan yang disampaikan, yang membuat hatinya merasa tenang dan damai.
Salah satu program favoritnya adalah program berbahasa Mandarin, Bless The Chinese. Karena pernah belajar bahasa Mandarin di masa mudanya, Pak Matius menikmati siaran tersebut dengan penuh sukacita. Menurutnya, melalui program itu ia mendapatkan banyak pengajaran rohani yang mudah dimengerti dan menguatkan.
“Melalui radio saya mendapat pengajaran tentang bagaimana harus, dan lagu-lagu di program ini juga bagus,” tuturnya dengan penuh sukacita.
Ia juga mengungkapkan rasa senangnya “Zhè ge hěn gāoxìng” (这 个 很 高兴), yang berarti “Ini sangat menyenangkan.” Bagi Pak Matius, siaran firman Tuhan dan lagu-lagu rohani berbahasa Mandarin bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga menghadirkan sukacita dan kenyamanan di hati.
Rutinitas mendengarkan radio telah menjadi bagian dari hidupnya selama beberapa tahun terakhir. Setiap harinya pukul 11.00–12.00, ia selalu setia mendengarkan program Mandarin dari Heartline FM. Setelah makan sore, sekitar pukul 18.00, ia kembali mendengarkan siaran radio, menikmati program berbahasa Indonesia yang menurutnya banyak menguatkan melalui kisah-kisah kehidupan.
“Enak juga dengar program yang berbahasa Indonesia; banyak cerita tentang kehidupan yang semuanya menguatkan,” katanya.
Kecintaannya pada radio Heartline FM membuat Pak Matius tak pernah menyerah meski terkadang frekuensi radio bergeser dan siaran tidak langsung tertangkap dengan baik. Dengan sabar ia memutar kembali gelombang radionya sampai suara siaran kembali terdengar. Dan ketika frekuensi itu ditemukan kembali, ia merasakan sukacita yang sederhana namun mendalam.
“Ketika ketemu, wah, rasanya senang sekali,” ungkapnya sambil tersenyum.
Selain setia mendengarkan radio, Pak Matius juga rajin membaca firman Tuhan. Ia merasakan bahwa melalui siaran radio Heartline FM, pemahamannya akan firman Tuhan semakin bertumbuh.
“Lewat program di Radio Heartline, saya makin mengerti firman Tuhan, makin mengerti tentang Tuhan,” ujarnya.
Bagi Pak Matius, mendengarkan radio Heartline membawa ketenangan batin. Ia bisa mendengar firman Tuhan, menikmati lagu-lagu rohani, dan menerima penguatan yang membuat hatinya bersukacita.
Kehidupan rohani Pak Matius juga terlihat dari kebiasaan doanya yang sederhana namun konsisten. Sebelum tidur, ia selalu berdoa, dan ketika terbangun pada pukul dua pagi, ia kembali berdoa kepada Tuhan Yesus.
“Saya terus melakukannya setiap hari sampai hari ini,” katanya.
Kesetiaan Pak Matius menjadi kesaksian bahwa firman Tuhan dapat terus menjangkau hati siapa saja, termasuk mereka yang berada dalam keterbatasan. Melalui siaran radio, Tuhan bekerja menghadirkan damai, pengharapan, dan kekuatan baru bagi para pendengarnya.
Sebagai penutup kunjungan, Tim radio Heartline FM bersama YASKI mendoakan Pak Matius dan istrinya, agar Tuhan terus memberikan kesehatan, sukacita, dan damai sejahtera dalam kehidupan mereka.
Kisah Pak Matius mengingatkan kita bahwa Tuhan dapat memakai media sederhana seperti radio untuk menjangkau hati, menghadirkan ketenangan, dan menumbuhkan iman. Di tengah keterbatasan usia dan pendengaran, firman Tuhan tetap menjadi sumber pengharapan yang menguatkan hari demi hari.
Melalui kesetiaan pendengar seperti Pak Matius, kita dapat melihat bahwa setiap program yang disiarkan melalui Heartline FM bukan sekadar suara di udara, tetapi dapat menjadi sahabat yang membawa damai, penghiburan, dan sukacita bagi banyak orang.
Kiranya semakin banyak hati yang dijangkau dan dikuatkan melalui siaran-siaran yang membawa kasih Tuhan. Mari terus mengingat pelayanan ini dalam doa, agar setiap firman yang disampaikan dapat menjadi berkat nyata bagi para pendengar di berbagai tempat.
