YASKI – “Di balik tembok rumah tahanan, tersimpan banyak pertanyaan, pergumulan, dan kerinduan akan pengharapan. Bagi sebagian warga binaan, kebebasan bukan hanya soal keluar dari balik jeruji, tetapi juga menemukan pemulihan hati dan makna serta harapan dalam kehidupan. Melalui kunjungan pelayanan Yaski ke Rutan Jambe, kami kembali menyaksikan bagaimana firman Tuhan menguatkan iman di tengah berbagai keterbatasan.
Kegiatan diawali dengan pujian dan doa, dan setiap rangkaian acara yang dipersiapkan oleh tim Yaski disambut dengan antusiasme, serta kerinduan untuk mendengarkan firman Tuhan dari warga binaan.

Kata “usahakan” menjadi penekanan penting dalam renungan tersebut. Kehidupan Kristen bukanlah kehidupan yang pasif. Roh Kudus bekerja dalam diri setiap orang percaya untuk memampukan kita mengambil langkah-langkah nyata dalam mengusahakan kedamaian, memberi pengampunan, dan praktik mengasihi. Ketika seseorang semakin memahami kasih Allah yang telah diterimanya, konflik dapat diredakan dan digantikan dengan sikap yang membawa damai sejahtera.
Selain renungan firman Tuhan, sesi diskusi apologetika menjadi salah satu bagian yang paling menarik. Salah satu topik yang dibahas adalah pertanyaan yang sering muncul mengenai sebutan Yesus sebagai Anak Allah. Dalam diskusi tersebut dijelaskan bahwa istilah Anak Allah tidak menunjuk pada hubungan biologis, melainkan menyatakan identitas ilahi Yesus Kristus yang memiliki hakikat yang sama dengan Bapa dan menunjukkan hubungan kekal dengan-Nya.
Pembahasan ini memunculkan diskusi yang hidup. Salah seorang warga binaan membagikan pengalamannya ketika menghadapi pertanyaan-pertanyaan tentang iman.
“Saya biasanya mencoba memahami terlebih dahulu apakah seseorang bertanya karena ingin belajar atau hanya ingin memperolok,” ungkapnya.
Melalui diskusi tersebut, peserta diingatkan bahwa orang percaya dipanggil untuk selalu siap memberikan pertanggungjawaban atas iman yang dimilikinya, namun melakukannya dengan lemah lembut, hormat, dan kasih, sebagaimana diajarkan dalam 1 Petrus 3:15. Menjawab pertanyaan tentang iman bukanlah tentang menang atau kalah, melainkan kesempatan untuk menyatakan kebenaran dengan kasih.

Beberapa peserta berharap diskusi-diskusi serupa dapat terus dilakukan di masa mendatang dengan membahas berbagai pertanyaan yang sering muncul dalam kehidupan kekristenan. Antusiasme tersebut menunjukkan adanya kerinduan yang besar untuk belajar, bertumbuh, dan memahami dasar-dasar iman Kristen secara lebih mendalam.
Kunjungan ini menjadi pengingat bahwa pelayanan bukan hanya tentang hadir secara fisik, tetapi juga menyediakan ruang bagi orang-orang untuk bertanya, belajar, dan menemukan jawaban yang membangun iman mereka. Ketika kebenaran firman Tuhan dipahami dengan benar, pengharapan baru dapat tumbuh, bahkan di tempat yang sering dianggap penuh keterbatasan.
Mari terus mendukung pelayanan YASKI yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk warga binaan pemasyarakatan. Melalui doa, dukungan, dan kemitraan bersama, semakin banyak orang dapat mengalami pemulihan hidup, memahami kebenaran firman Tuhan, dan menemukan harapan baru di dalam Kristus.
Humas ii/i/0626

