YASKI – Tangerang, 10 Oktober 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia, Yayasan YASKI melalui Radio Heartline 100.6 FM bekerja sama dengan Center for Holistic–Integrative Psychology (CHi-Psy) menyelenggarakan Gerakan Sehat Mental Indonesia (G-SAMI) 2026 bertema “Mental Health Starts With Us: Connect, Care, and Grow”. Kegiatan berlangsung di Gedung Heartline Center, Lippo Karawaci, Tangerang, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

G-SAMI 2026 menjadi ruang edukasi dan refleksi bagi masyarakat untuk memahami pentingnya kesehatan mental dalam kehidupan pribadi, keluarga, lingkungan kerja, dan komunitas. Kegiatan ini menegaskan bahwa kesehatan mental merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah atau tenaga profesional.
Acara menghadirkan lima narasumber, yaitu Robert O. Rajagukguk, PhD, Psikolog Klinis, Konselor sekaligus Founder CHi-Psy; Ratih Ibrahim, M.M., Psikolog; Ghoif Nurrohman, M.Psi., Psikolog; Tasya Chandra, M.Psi., Psikolog; serta Dr. Yusak Novanto, S.Psi., M.Psi., Psikolog.
Memahami Diri dan Membangun Kepedulian
Sesi pertama bertajuk Connect & Care menghadirkan Robert O. Rajagukguk, Ratih Ibrahim, dan Ghoif Nurrohman. Para narasumber membahas pentingnya mengenali diri sendiri, membangun hubungan yang sehat, serta menciptakan lingkungan yang peduli terhadap kesehatan mental.

Robert menjelaskan bahwa manusia perlu dipahami secara utuh melalui aspek biologis, psikologis, sosial, dan spiritual. Ia juga menekankan tiga bentuk koneksi penting, yaitu Connect with Myself, Connect with Others, dan Connect with Meaning.

Ratih Ibrahim menyoroti pentingnya kesehatan mental bagi kesejahteraan individu, sekaligus mengingatkan perlunya perhatian terhadap persoalan kecemasan, depresi, dan tantangan psikologis pada anak serta generasi muda.

Sementara itu, Ghoif Nurrohman mengajak peserta melakukan refleksi diri melalui latihan menuliskan gambaran masa depan dan mensyukuri perjalanan hidup yang telah dilalui. Sesi ini menghadirkan suasana haru sekaligus membuka ruang bagi peserta untuk saling belajar dari pengalaman.

Setelah sesi pertama, peserta mengikuti Reflection Wall, Meet the Psychologist Booth, dan kegiatan jejaring. Melalui aktivitas tersebut, peserta dapat membagikan refleksi sekaligus memperoleh kesempatan untuk berinteraksi dan berkonsultasi dengan psikolog.
Kepedulian terhadap Anak, Generasi Muda, dan Pekerja
Sesi kedua menghadirkan Tasya Chandra, Dr. Yusak Novanto, serta Robert O. Rajagukguk yang memberikan rangkuman pembahasan.

Tasya Chandra mengangkat kesehatan mental anak, pentingnya deteksi dini Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), serta kepekaan orang tua dalam memahami tumbuh kembang dan perilaku anak. Ia mengajak orang tua untuk tidak terburu-buru memberikan label, melainkan membangun komunikasi terbuka dan memahami kebutuhan emosional anak, termasuk di tengah pengaruh media sosial.

Dr. Yusak Novanto membahas kesehatan mental remaja, pemuda, dan pekerja. Ia menyoroti persoalan kecemasan, depresi, risiko bunuh diri pada usia muda, serta dampak masalah kesehatan mental terhadap kehidupan dewasa dan produktivitas kerja. Pembahasan ini mengingatkan pentingnya dukungan sosial, pemahaman faktor risiko, dan akses terhadap bantuan profesional.

Sepanjang kegiatan, peserta juga diberi kesempatan untuk bertanya, berdialog, dan berbagi pengalaman sehingga acara menjadi ruang belajar bersama yang interaktif.
Deklarasi: Mental Health Starts With Us
Kegiatan ditutup dengan Deklarasi “Mental Health Starts With Us” yang dipandu oleh Sola Simanjuntak. Deklarasi ini menjadi simbol komitmen peserta untuk memulai kepedulian terhadap kesehatan mental diri sendiri, kemudian meneruskannya kepada keluarga, lingkungan kerja, dan masyarakat.

Melalui G-SAMI 2026, YASKI, Radio Heartline, dan CHi-Psy mengajak masyarakat untuk memulai perubahan melalui langkah sederhana: mengenali diri, mendengarkan tanpa menghakimi, membangun hubungan yang sehat, serta tidak ragu mencari bantuan profesional ketika diperlukan.

Pesan “Connect, Care, and Grow” mengingatkan bahwa setiap orang membutuhkan koneksi yang bermakna, kepedulian yang tulus, dan kesempatan untuk bertumbuh.
Karena kesehatan mental dimulai dari kita—dari cara kita memahami diri, memperlakukan sesama, dan membangun lingkungan yang mendukung setiap orang untuk bertumbuh. Mental Health Starts With Us.
