YASKI – Memulai pelayanan dari nol bukanlah perkara mudah. Terlebih ketika seorang hamba Tuhan harus melayani di tengah keterbatasan ekonomi, jumlah jemaat yang masih sedikit, dan kebutuhan keluarga yang tetap harus dipenuhi.
Bagi Pdt. Sarjonan Wahyu Siallagan, keterbatasan bukan alasan untuk berhenti melangkah. Sejak 2015, bersama istrinya, ia merintis pelayanan di GPdI Khairos, Desa Klambir Lima, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang. Perjalanan itu dimulai dengan sangat sederhana. “Awalnya yang kami layani hanya dua orang anak, yaitu anak kami sendiri,” kenangnya.
Sebelumnya, Pdt. Sarjonan sempat mengalami kebuntuan dalam pelayanan. Beratnya tanggung jawab sebagai gembala membuatnya ingin menyerah. Namun, kerinduan melayani yang telah tumbuh sejak lulus Sekolah Teknik Menengah (STM) kembali menguatkannya. Ia pernah bernazar untuk menjadi hamba Tuhan dan memilih untuk tetap memperjuangkan panggilan tersebut.
Bertumbuh dari Pelayanan yang Sederhana
Perlahan, pelayanan bersama istrinya mulai bertumbuh. Anak-anak Sekolah Minggu mulai datang, disusul jemaat dewasa. Kini, sekitar 18 kepala keluarga dan 20 anak Sekolah Minggu dipercayakan untuk dilayani.

Dari sinilah muncul kerinduan untuk memiliki usaha yang dapat membantu menopang kehidupan keluarga sekaligus mendukung pelayanan. Pilihan itu jatuh pada usaha ternak ayam kampung.
Dengan pengalaman dan pengetahuan dasar yang dimilikinya, Pdt. Sarjonan memanfaatkan modal usaha dari program bantuan bagi hamba Tuhan APGRA Yayasan YASKI untuk membangun kandang sederhana dan membeli 100 ekor bibit ayam kampung. Bantuan tersebut segera diolah menjadi usaha yang dikerjakan dengan tangannya sendiri.
Namun, perjalanan usaha itu tidak selalu berjalan mulus. Banjir besar sempat melanda wilayah tempat tinggalnya. Ayam-ayam yang telah dipelihara harus segera dipindahkan ke tempat yang lebih aman dan kering. Dengan penuh kegigihan, ia berusaha menyelamatkan ternaknya satu per satu. Sebagian besar ayam berhasil diselamatkan.
Seiring waktu, usaha tersebut mulai memberikan hasil. Sekitar 50 ekor ayam pejantan telah terjual dan memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga. Ayam betina juga mulai bertelur. Saat ini, sekitar 15 butir telur dapat dijual setiap hari. Sebagian hasil penjualan digunakan untuk kebutuhan keluarga, sementara sebagian telur ditetaskan kembali untuk menghasilkan bibit baru.
Dari Usaha Kecil Menjadi Berkat
Dampak usaha ini tidak hanya dirasakan melalui tambahan penghasilan. Telur dan ayam dari peternakan turut membantu memenuhi kebutuhan makanan keluarga, termasuk menyediakan pangan bergizi bagi anak-anak.
Ketika ada kegiatan gereja atau tamu pelayanan, keluarga Pdt. Sarjonan kini dapat menyediakan hidangan dari hasil ternaknya sendiri. Seperti gereja tempat ia melayani digunakan sebagai tempat pertemuan para hamba Tuhan di daerah tersebut. Untuk menjamu mereka, keluarga Pdt. Sarjonan memotong empat ekor ayam dari hasil ternaknya.
Bagi keluarga Pdt. Sarjonan, ayam-ayam tersebut bukan sekadar hasil usaha, namun juga ada kesempatan untuk melayani serta menjadi berkat bagi orang lain.
Dukungan yang Menjadi Kemandirian
Bantuan modal usaha dari Yayasan YASKI bukanlah akhir dari proses, melainkan awal bagi Pdt. Sarjonan untuk mengembangkan kemampuan yang dimilikinya menjadi usaha yang terus bertumbuh.
Ia menyadari bahwa perkembangan tersebut bukan semata-mata hasil kemampuannya sendiri, tetapi juga bagian dari pemeliharaan Tuhan yang hadir melalui berbagai cara, termasuk melalui dukungan yang diterimanya.
Pdt. Sarjonan menyampaikan terima kasih kepada Yayasan YASKI dan para donatur. Kerinduan yang sebelumnya hanya menjadi rencana kini telah menjadi usaha nyata yang memberikan manfaat bagi keluarga dan mendukung pelayanan yang dipercayakan kepadanya.
Bagi YASKI, dukungan ini bukan sekadar tentang memberikan bantuan, tetapi membuka kesempatan agar seseorang dapat mengembangkan potensi, membangun kemandirian, dan terus memberikan dampak bagi lingkungan di sekitarnya.
Anda juga dapat mengambil bagian dalam menghadirkan dukungan yang memberi dampak nyata. Melalui doa, perhatian, maupun dukungan yang diberikan, kita dapat bersama-sama membuka lebih banyak kesempatan bagi mereka yang sedang berjuang untuk bertumbuh dan menjadi berkat bagi orang lain.
RL-H/i/ii/0826
