YASKI – Tangerang, 15 September 2026 — Bagi sebagian orang, radio mungkin hanya menjadi teman di sela-sela aktivitas. Namun, bagi Ibu Sapta Kurniati, atau yang akrab disapa Ibu Tatie, radio telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya selama puluhan tahun.
Pada suatu pagi, tim Heartline Tangerang—Kevin, Felix, dan Versiana—mengunjungi kediaman Ibu Sapta di salah satu perumahan di Tangerang. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk mendengarkan kembali kisah seorang pendengar yang telah begitu lama berjalan bersama siaran YASKI.
Dari Semarang hingga Tangerang
Perjalanan Ibu Sapta bersama YASKI dimulai sejak masa mudanya.
Ketika masih berkuliah di Universitas Diponegoro, Semarang, ia sudah mengenal program siaran YASKI melalui gelombang Short Wave (SW). Setelah menyelesaikan kuliah dan kemudian merantau ke Jakarta, kebiasaan mendengarkan siaran tersebut terus berlanjut melalui Heartline FM.
Puluhan tahun berlalu, tetapi radio tetap menjadi bagian dari kesehariannya.
Bagi Ibu Sapta, Heartline FM bukan sekadar suara yang terdengar dari sebuah perangkat. Ada pesan, lagu, percakapan, dan berbagai program yang menemani perjalanan hidupnya.
Suara yang Menemani Perjalanan Iman
Setelah kehilangan suaminya, ada masa-masa ketika rumah terasa lebih sunyi. Dalam keadaan seperti itu, Heartline menjadi salah satu teman yang menemaninya.
Suara penyiar, khotbah, lagu-lagu rohani, percakapan, dan berbagai program yang didengarkannya memberikan penghiburan dan penguatan.
Bagi Ibu Sapta, pesan-pesan yang ia dengarkan terkadang terasa begitu dekat dengan keadaan yang sedang ia jalani. Ada saat ketika sebuah perkataan menjadi pengingat, ada lagu yang menguatkan, dan ada pesan yang kembali mengarahkan hatinya kepada Tuhan.
Pergumulan tentu tidak serta-merta hilang. Namun, ia merasakan bahwa dirinya tidak menjalani semuanya sendirian.
Di situlah sebuah radio dapat memiliki arti yang jauh lebih besar daripada sekadar perangkat elektronik.
Tetap Berkarya di Usia Pensiun
Hari ini, Ibu Sapta tetap menjalani kehidupan yang aktif.
Meski telah pensiun sebagai guru, ia masih mengajar les privat setiap hari. Ia juga menjalankan usaha makanan berupa dessert, salad, dan puding melalui Prastania.
Di tengah aktivitas tersebut, Heartline tetap menjadi bagian dari kesehariannya.
Perjalanan Ibu Sapta ini menunjukkan bahwa dampak sebuah media sering kali tidak terlihat secara langsung. Penyiar mungkin tidak pernah tahu siapa yang sedang mendengarkan. Sebuah program mungkin selesai dalam hitungan menit. Namun, bagi seseorang di tempat lain, pesan yang sama dapat menjadi teman dalam perjalanan, penghiburan di tengah kesepian, atau pengingat untuk tetap berharap.
“Semoga Heartline Tetap Mengudara”
Setelah puluhan tahun menjadi pendengar, Ibu Sapta memiliki harapan sederhana: agar Heartline tetap mengudara dan semakin banyak orang dapat merasakan manfaat dari program-program yang disajikan.
Harapan itu menjadi pengingat bagi YASKI bahwa di balik setiap frekuensi, ada manusia dengan cerita kehidupannya masing-masing.
Ada yang mendengarkan sambil bekerja, dalam perjalanan, atau mendengarkan bersama keluarga, dan mungkin ada pula yang menyalakan radio ketika rumah sedang terasa sunyi.
Kita mungkin tidak selalu melihat siapa yang sedang dijangkau oleh sebuah siaran. Tetapi setiap suara yang mengudara dapat membawa pesan yang berarti bagi seseorang.
Mari Menjadi Bagian dari Cerita Ini
Kisah Ibu Sapta adalah satu dari banyak cerita pendengar yang menunjukkan bahwa pelayanan melalui media memiliki jangkauan yang sering kali melampaui apa yang dapat kita lihat.
YASKI terus menghadirkan pelayanan melalui On Air, Online, dan On Site agar pesan yang membangun, penguatan, pengharapan, dan kasih Kristus dapat terus menjangkau kehidupan masyarakat.
Untuk itu, pelayanan media membutuhkan keterlibatan banyak pihak untuk mau bersama mengambil bagian.
Dukungan dapat hadir dalam berbagai bentuk: menjadi mitra pelayanan, membagikan informasi tentang karya YASKI, mendukung program-program pelayanan, maupun berkontribusi sesuai dengan kemampuan dan talenta yang Tuhan percayakan.
Mungkin kita tidak pernah tahu siapa yang sedang mendengarkan. Tetapi melalui dukungan kita, satu lagi suara dapat terus mengudara dan menemani seseorang yang sedang membutuhkan penguatan.
Mari bersama YASKI menghadirkan Berita Baik melalui media dan menjadi bagian dari lebih banyak cerita kehidupan yang dapat disentuh, dikuatkan, dan diubahkan melalui media.
Leehumas i/i/1026

