Kemandirian Pdt. Pardamean Ambarita: Jemaat Bertumbuh

Kemandirian Pdt. Pardamean Ambarita: Jemaat Bertumbuh

YASKI – Di balik tembok gedung gereja yang berdiri di pelosok negeri, selalu ada kisah perjuangan yang kadang tak terlihat. Ada hamba Tuhan yang tetap setia melayani meski harus menghadapi penolakan, keterbatasan ekonomi, bahkan ketidakpastian hidup di daerah terpencil. Namun di tengah semua tantangan itu, Tuhan terus menunjukkan pemeliharaan-Nya.

Berikut adalah perjalanan pelayanan Pdt. Pardamean Ambarita bersama keluarga di Simpang Siatasan (Tiga Dolok), Sumatera Utara. Pelayanan dimulai pada tahun 2009 dengan kondisi yang sangat sederhana. Jemaat yang dilayani hanya satu keluarga, meski demikian Pdt. Pardamean dan istri tetap melayani dengan penuh kasih.

Perjalanan itu tidak selalu mudah

Suatu hari, mereka tidak lagi diperbolehkan menggunakan rumah kontrakan untuk tempat ibadah. Dalam waktu singkat, mereka diminta untuk mencari tempat baru untuk tinggal sekaligus untuk bersekutu. Selama satu minggu penuh mereka bergumul dalam doa meminta Tuhan memberikan jalan keluar. Dan Tuhan menjawab doa mereka. Sebuah rumah kontrakan baru didapatkan. Di rumah kontakan baru justru Tuhan menambahkan jiwa-jiwa baru. Jemaat yang semula hanya satu keluarga bertumbuh menjadi enam keluarga, terdiri dari 15 orang dewasa dan 12 anak Sekolah Minggu.

Beberapa tahun kemudian, di tahun 2021, Tuhan kembali membuka jalan. Bersama jemaat, mereka membeli sebidang tanah dan membangun sebuah gereja sederhana berukuran 5 x 14 meter secara gotong royong. Bangunan itu menjadi bukti bahwa Tuhan sanggup memelihara pelayanan-Nya melalui kebersamaan umat-Nya.

Namun, tantangan belum berakhir. Sebagian besar jemaat adalah buruh tani dengan penghasilan yang tidak menentu. Persembahan mingguan gereja belum dapat mencukupi kebutuhan hidup keluarga.

Karena itu, di sela-sela pelayanan, Pdt. Pardamean dan keluarganya berusaha mencari penghasilan tambahan. Mereka beternak ayam, beternak bebek, bahkan bekerja juga sebagai buruh tani. Namun, usaha ternak yang dijalankan masih sangat terbatas. Jumlah ternak sedikit, kandang belum memadai, dan kemampuan membeli pakan juga sangat terbatas. Mereka memiliki kerinduan untuk mengembangkan usaha tersebut, tetapi terkendala modal.

Dukungan yang Menghasilkan Dampak

Melalui Program Aid Program for God’s Servant in Remote Areas (APGRA), Yayasan YASKI memberikan bantuan modal usaha. Bantuan tersebut digunakan untuk membeli 50 ekor bibit ayam dan 50 ekor bibit bebek sebagai langkah awal mengembangkan usaha peternakan keluarga.

Usaha yang disertai dengan kerja keras dan ketekunan, mulai membuahkan hasil. Beternak ayam dan bebek tumbuh dengan baik, kemudian berhasil dijual sehingga memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga. Namun, dampaknya tidak berhenti pada sisi ekonomi.

Hasil peternakan itu juga menjadi berkat bagi pelayanan gereja. Sebagian ayam dan bebek digunakan untuk acara persekutuan dan kebersamaan jemaat. Ketika ada tamu pelayanan atau tamu gereja yang datang berkunjung, keluarga Pdt. Pardamean kini dapat menyambut mereka dengan lebih layak melalui hasil usaha yang Tuhan percayakan.

Bahkan perubahan sederhana juga dirasakan di dalam keluarga mereka sendiri. Jika dahulu mereka sangat jarang menikmati makanan bergizi seperti daging, kini setidaknya sekali dalam seminggu keluarga dapat mengonsumsi hasil ternak sendiri. Apa yang dahulu terasa mewah, kini menjadi ungkapan syukur atas pemeliharaan Tuhan.

Inilah dampak nyata ketika hamba Tuhan dikuatkan untuk melayani, sehingga muncul kemandirian dan kekuatan dalam melakukan pelayanan.

Tetap Bertahan di Tengah Ujian

Perjalanan itu kembali diuji ketika wabah penyakit menyerang peternakan mereka. Dalam waktu singkat, sekitar 70 ekor unggas mati. Seluruh bebek yang mereka pelihara tidak dapat diselamatkan, sementara ayam yang tersisa hanya belasan ekor.

Bagi Pdt. Pardamean dan keluarga, kejadian ini justru menjadi proses ujian untuk semakin percaya kepada Tuhan. Mereka tetap setia merawat ternak yang tersisa, terus bekerja dengan tekun, dan berharap suatu hari nanti usaha tersebut dapat kembali berkembang.

“Terima kasih kepada Yayasan YASKI dan para mitra pelayanan yang telah mendukung pelayanan. Mohon doakan agar wabah penyakit yang menyerang ternak dapat berlalu”

Mari Menjadi Bagian dari Kisah Berikutnya

Kami percaya bahwa bersama dengan dukungan dari para mitra pelayanan, hamba Tuhan dapat terus memberitakan Injil sekaligus membangun kemandirian untuk semakin berdampak bagi jemaat yang mereka layani.

Mari ambil bagian melalui doa dan dukungan sesuai dengan apa yang Tuhan gerakkan di hati pembaca. Setiap donasi bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan seorang hamba Tuhan, tetapi juga menghadirkan harapan bagi hamba Tuhan, menguatkan gereja-gereja di daerah terpencil, dan membuka jalan agar semakin banyak orang mengalami kasih Kristus.

 

RL-H i/iv/0727