Dua Anak Menjadi Dua Puluh: Dukungan Kita Menghadirkan Harapan Baru di Mentawai

Dua Anak Menjadi Dua Puluh: Dukungan Kita Menghadirkan Harapan Baru di Mentawai

YASKI – Tidak pernah terbayangkan bahwa sebuah perjalanan panjang menuju pedalaman Mentawai akan menjadi awal perubahan bagi puluhan anak. Namun, melalui ketaatan dan kepedulian, Tuhan memakai Kak Desiria Gea untuk menghadirkan harapan baru bagi anak-anak yang membutuhkan pendidikan, kasih, dan masa depan yang lebih baik.

Beberapa tahun lalu, Kak Desiria mendengar kisah tentang anak-anak di pedalaman Mentawai yang mengalami keterbatasan akses pendidikan. Bahkan, ada anak-anak yang harus mengambil keputusan sulit demi mendapatkan kesempatan bersekolah dan kehidupan yang lebih baik.

Salah satu kisah yang paling menyentuh hatinya adalah tentang Kalis dan Rapa, dua anak dari Dusun Ugay, Siberut Selatan.

Perjalanan Panjang Menjangkau Anak-Anak Mentawai

Untuk menjangkau keluarga Kalis dan Rapa, Kak Desiria harus melalui perjalanan yang tidak mudah. Ia menempuh perjalanan sekitar dua jam menggunakan sepeda motor, kemudian melanjutkan perjalanan selama tiga jam menggunakan sampan kecil menuju lokasi tujuan.

Namun, tantangan terbesar bukan hanya perjalanan fisik. Kak Desiria juga harus membangun kepercayaan dengan keluarga serta menjalani proses panjang sebelum akhirnya kedua anak tersebut dapat tinggal di rumah singgah yang ia kelola.

Dengan doa, kesabaran, dan pertolongan Tuhan, proses tersebut akhirnya membuahkan hasil.

Dari dua anak inilah Tuhan mulai memperlihatkan karya-Nya.

Rumah Singgah Mentawai Menjadi Tempat Pertumbuhan Anak

Saat ini, rumah singgah yang dikelola Kak Desiria telah menjadi tempat bertumbuh bagi sekitar 20 anak asuh.

Makan bersama

Di tempat tersebut, anak-anak tidak hanya mendapatkan tempat tinggal, tetapi juga memperoleh:

  • Pendidikan yang lebih baik;
  • Pembinaan karakter;
  • Pendampingan rohani;
  • Perhatian dan kasih sayang;
  • Kesempatan untuk memiliki masa depan yang lebih cerah.

Bagi Kak Desiria, pelayanan kepada anak-anak Mentawai bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menanamkan nilai kehidupan agar mereka dapat bertumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan memiliki harapan.

APGRA YASKI Mendukung Kemandirian Pelayanan

Membina puluhan anak tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Kak Desiria menyadari bahwa pelayanan juga membutuhkan sumber penghidupan yang berkelanjutan agar dapat terus berjalan.

Anak-anak asuh

Melalui program APGRA (Aid Program for God’s Servant in Remote Area), Yayasan YASKI memberikan bantuan modal usaha sebesar Rp5.000.000 untuk memulai usaha peternakan babi.

Bantuan tersebut bukan sekadar menghadirkan tiga ekor anak babi, tetapi menjadi langkah awal untuk membangun kemandirian ekonomi pelayanan.

Melalui usaha ini, anak-anak di rumah singgah juga belajar berbagai nilai kehidupan.

Setiap hari mereka terlibat dalam kegiatan seperti:

  • Memberi makan ternak;
  • Membersihkan kandang;
  • Merawat hewan dengan disiplin;
  • Belajar bertanggung jawab terhadap pekerjaan.

Dari kegiatan sederhana tersebut, anak-anak belajar bahwa Tuhan dapat mencukupi kebutuhan melalui kerja keras, tanggung jawab, dan usaha yang dilakukan dengan tekun.

Usaha Peternakan Mulai Menunjukkan Hasil

Puji Tuhan, perkembangan usaha peternakan tersebut membawa kabar sukacita. Dalam laporan terbaru kepada Yayasan YASKI, kedua induk babi yang dipelihara kini telah bunting.

Dalam beberapa bulan ke depan, hasil peternakan tersebut diharapkan mulai memberikan tambahan penghasilan untuk membantu memenuhi kebutuhan rumah singgah dan anak-anak yang dilayani.

Bagi Kak Desiria, keberhasilan usaha ini bukan hanya tentang keuntungan ekonomi, tetapi tentang bagaimana Tuhan membuka jalan agar pelayanan dapat terus bertumbuh.

Dukungan Sederhana Membawa Dampak Besar

Kisah pelayanan anak Mentawai melalui rumah singgah Kak Desiria menunjukkan bahwa dukungan sederhana dapat menghasilkan dampak yang besar.

Foto bersama 20 anak

Sebuah bantuan dapat berubah menjadi:

  • Kesempatan pendidikan bagi anak-anak;
  • Pembentukan karakter generasi muda;
  • Kemandirian ekonomi pelayanan;
  • Harapan baru bagi masyarakat pedalaman.

Ketika kasih Tuhan disalurkan melalui kepedulian banyak orang, kehidupan dapat dipulihkan dan masa depan dapat dibangun.

Mari Menjadi Bagian dari Pelayanan di Pedalaman Indonesia

Masih banyak hamba Tuhan di daerah terpencil yang melayani dengan setia di tengah berbagai keterbatasan.

Melalui program APGRA, Yayasan YASKI terus berupaya mendukung para pelayan Tuhan agar pelayanan tidak hanya bertahan, tetapi juga semakin berkembang dan memberikan dampak bagi masyarakat sekitar.

Setiap doa dan dukungan yang diberikan dapat menjadi bagian dari menghadirkan harapan bagi para hamba Tuhan dan mereka yang dilayani di pelosok Indonesia.

Mari bersama-sama mendukung pelayanan Yayasan YASKI agar semakin banyak kehidupan dipulihkan, anak-anak memperoleh masa depan yang lebih baik, dan semakin banyak komunitas mengalami kasih Kristus melalui pelayanan media maupun pelayanan langsung di lapangan.

Karena ketika kita bergandeng tangan, Tuhan sanggup menghadirkan tuaian yang mengubahkan banyak kehidupan.

Soli Deo Gloria.