Tangerang — Di tengah kegiatan kunjungan kasih ke Yayasan Ecclesia, Kampung Ciapus, Cikupa, Kabupaten Tangerang, ada satu momen yang meninggalkan kesan mendalam bagi para hadirin maupun pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang hadir.
Melalui sharing singkatnya, Humas Yayasan YASKI, Lee Satriadi, menyampaikan firman Tuhan dari Markus 5 tentang perempuan yang mengalami pendarahan selama dua belas tahun.
Bukan tanpa alasan ayat itu dipilih. Menurut Lee, kisah tersebut menggambarkan bagaimana Yesus tetap memperhatikan orang yang sering dianggap tidak layak, tersisih, bahkan diabaikan oleh lingkungan sekitarnya.
“Perempuan itu sudah lama menderita, dijauhi, dikucilkan dan dianggap najis. Tetapi Yesus justru berhenti dan mendengarkannya,” ujarnya saat menyampaikan firman.
Ia menegaskan bahwa kasih Tuhan tidak terbatas hanya bagi orang-orang yang terlihat kuat atau berhasil. Justru di tengah keterbatasan dan pergumulan, Tuhan tetap hadir menjangkau manusia.
Firman yang Menjangkau Hati
Dalam kesempatan itu, Humas Yaski juga menjelaskan bahwa pelayanan yang dilakukan YASKI bukan sekadar aktivitas sosial atau komunikasi semata. Manusia hanya mampu untuk menyampaikan kabar baik, tetapi Tuhanlah yang bekerja menjamah hati setiap orang.
“Kita perlu mengusahakan, menyampaikan firman, memberi perhatian, dan melayani. Dan anugerah iman tetap berasal dari pemberian Tuhan. Pesan sangat mengena dengan pelayanan yang dinyatakan kepada para pasien ODGJ yang sering kali membutuhkan bukan hanya bantuan fisik, tetapi juga penerimaan, kasih, dan pengharapan.
BACA JUGA:
Berbagi Sukacita Bagi Sesama
https://yaski.co.id/kunjungan-kasih-yayasan-ecclesia-tangerang/
Pelayanan yang Menjangkau Lewat Radio hingga Kegiatan Sosial
Lee juga memperkenalkan pelayanan Yayasan YASKI yang selama puluhan tahun konsisten memberitakan Kabar Baik melalui radio, media digital, dan kegiatan off air.
Menurutnya, media hanyalah alat. Yang terutama adalah bagaimana setiap orang dapat mendengar bahwa Tuhan mengasihi manusia dan bagi yang percaya akan mempunyai pengharapan baru dalam hidupnya.
“Kadang orang merasa sendirian, tidak dianggap, atau tidak punya harapan. Tetapi melalui firman Tuhan, kita percaya selalu ada penghiburan dan pemulihan,” katanya.
Dalam suasana sederhana itu, sharing dari Markus 5 bukan hanya menjadi renungan, tetapi juga pengingat bahwa Tuhan Yesus memperhatikan setiap pribadi, termasuk bagi mereka yang sering dilupakan oleh dunia.
Dan melalui pelayanan sederhana, firman Tuhan disampaikan: bahwa tidak ada seorangpun yang tidak terjangkau oleh kasih Tuhan.
Humas 0526



