Ketika Mesin Jahit Menjadi Alat Penginjilan

Ketika Mesin Jahit Menjadi Alat Penginjilan

YASKI – Kerinduan untuk membawa Kabar Baik kepada mereka yang belum mengenal Kristus mendorong Ev. Iwan mengambil langkah iman yang besar. Setelah bertahun-tahun melayani sebagai gembala sidang di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, ia melihat masih banyak masyarakat Suku Melayu yang belum pernah mendengar Injil secara jelas. Beban itu terus ia bawa dalam doa. Hingga pada akhir tahun 2023, Tuhan membuka jalan bagi Ev. Iwan dan keluarganya untuk terlibat dalam pelayanan misi lintas budaya yang berfokus menjangkau masyarakat Melayu di Kalimantan Barat.

Setelah menjalani masa pelatihan dan pembekalan, pada tahun 2024 mereka diutus ke Pontianak untuk memulai pelayanan. Namun seperti banyak pekerja misi lainnya, mereka menghadapi tantangan yang tidak ringan, terutama dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Untuk menopang kehidupan sehari-hari sekaligus membuka akses pelayanan, Ev. Iwan bekerja sebagai pengemudi ojek. Melalui profesi tersebut, ia membangun relasi dengan banyak orang dan membagikan kasih Kristus melalui percakapan-percakapan sederhana. Di saat yang sama, ia terus melakukan pemuridan kepada beberapa orang yang mulai tertarik mempelajari firman Tuhan.

Ev. Iwan melayani

Di tengah pelayanan yang terus berjalan, Ev. Iwan dan istrinya memiliki kerinduan untuk membuka usaha jahit rumahan. Selain dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga, usaha tersebut juga diyakini dapat menjadi sarana membangun relasi yang lebih luas dengan masyarakat sekitar. Namun keterbatasan modal membuat rencana itu belum dapat diwujudkan.

Puji Tuhan, melalui dukungan para donatur, pada akhir tahun 2025 YASKI menyalurkan bantuan modal usaha kepada keluarga Ev. Iwan. Dari bantuan yang tampak sederhana itu ternyata menghasilkan dampak yang jauh lebih besar dari yang dibayangkan. Tidak lama setelah usaha jahit dibuka, pelanggan mulai berdatangan. Pesanan demi pesanan terus bertambah sehingga usaha tersebut membantu meningkatkan kondisi ekonomi keluarga.

Melalui pelanggan yang datang, terbuka kesempatan untuk membangun persahabatan, mendengarkan pergumulan mereka, dan dapat memperkenalkan kasih Kristus. Apa yang semula dirancang sebagai usaha penopang ekonomi kini berkembang menjadi sarana pelayanan yang efektif di tengah masyarakat.

Kisah keluarga Ev. Iwan menunjukkan bahwa sebuah bantuan tidak hanya berdampak pada kesejahteraan ekonomi keluarga, tetapi juga dapat membuka pintu bagi pemberitaan Injil dan pemuridan. Melalui dukungan yang diberikan, para donatur turut mengambil bagian dalam menjangkau jiwa-jiwa yang belum mengenal Kristus.

Setiap dukungan yang dipercayakan kepada YASKI bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan investasi bagi pelayanan yang terus bertumbuh dan menghasilkan buah bagi Kerajaan Allah.

RL-Humas ii/iv/0626